Menggerakkan Potensi Masyarakat Dalam Penanganan Bencana

Kyoto framework for disaster risk reduction 2005 menyatakan bencana adalah urusan semua orang (everyone business). Dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 32 menyebutkan, “menyelamatkan satu nyawa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia” dan hadist riwayat Bukhari Muslim, “sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain”.

Berbicara ancaman bencana, posisi Indonesia dilewati dua lempeng dunia, cincin api (ring of fire) dari ujung Sumatera, Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara dari utara Sulawesi, Maluku Utara dan Papua kelanjutan dari jalur Jepang dan Filipina.

Pengelolaan lingkungan yang kurang baik turut menyebabkan Indonesia menjadi supermarket bencana. Di saat yang sama ancaman bencana alam seperti gunung meletus, gempa, tsunami, banjir, longsor, kebakaran, kebakaran hutan dan lain-lain terus mengintai. Selain itu dampak pemanasan global berupa perubahan iklim dan krisis pangan dunia

Berikutnya bencana sosial berupa konflik (masif dan komunal); perang, pertikaian antar etnik, genosida, dan lain-lain. Kerusakan moral: kekerasan terhadap anak bahkan oleh orang terdekat perkelahian antar pelajar narkoba di kalangan pelajar pelecehan seksual terhadap anak dan remaja rusaknya tatanan sosial masyarakat,jauh dari nilai-niali agama, akhlak, budi pekerti yang luhur, dan kearifan lokal.

Dalam rangka membangun peradaban dunia yang lebih baik memerlukan sinergi humanity, philanthropy dan volunterism. Humanity semakna dengan kemanusiaan. Kemanusiaan adalah nilai yang universal, bahwa menyelamatkan satu jiwa sama dengan menyelamatkan seluruh umat manusia.

Permasalahan kemanusiaan hanya bisa kita atasi dengan energi kemanusiaan. Segala potensi yang kita miliki dapat didayagunakan untuk membantu manusia lainnya. kemanusiaan melintasi batas negara, teriorial, suku bangsa, warna kulit. Nilai-nilai agama menuntun kita untuk memanusiakan manusia.

Philanthropy, tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya, tidak ada masalah tanpa ada solusianya. Sebuah doktrin sunnatullah, dan sebuah keniscayaan dalam kehidupan. Obat dan solusi permasalahan kemanusiaan itu adalah kedermawanan.

Kedermawanan ia adalah kemuliaan akhlak. Manusia, ia adalah kekuatan sumber daya. Ia adalah modal besar perubahan dalam membangun peradaban kemanusiaan.

Menggerakkan potensi masyarakat lokal dalam penanganan bencana adalah usaha mendayagunakan seluruh elemen aset dan sumberdaya masyarakat setempat untuk keberhasilan penanganan bencana.

Apa yang ingin dicapai?

Menjadikan masyarakat sebagai basis utama penanganan bencana dapat dicapai melalui pemberdayaan potensi masyarakat lokal dalam penanganan bencana. Pendekatan ini merupakan paradigma dan strategi baru dalam penanganan bencana dengan mendorong kemandirian masyarakat lokal agar terciptanya masyarakat dan lingkungan tahan bencana.

Bencana merupakan stimulan dan pesan Ilahiyah agar kita bertaqwa. Meresponsnya dengan profesional adalah amal shaleh kita. Jika bencana adalah tantangan, maka tantangan sesungguhnya adalah modal besar kita untuk bangkit menjadi kuat.

Kekuatan dan ketangguhan masyarakat dan bangsa ini menghadapi bencana adalah peluang besar untuk menjadikan masyarakat dan bangsa kita menjadi bangsa besar, kuat, dan terhormat. Sesunguhnya Allah SWT lebih mencintai hambaNya yang kuat, bukan yang lemah.