Balas Serangan Udara Israel, Pejuang Palestina Luncurkan Roket

Gaza, relawan.id- Para pejuang Palestina di Gaza membalas serangan udara Israel dengan meluncurkan sebuah roket yang menargetkan sebuah fasilitas militer Israel, Rabu (27/3/2019) sekitar jam 8 malam waktu setempat.

Kendati demikian, kelompok pejuang Hamas, Jihad Islam dan beberapa kelompok lain mengatakan roket yang menghantam Ashkelon merupakan tindakan individu, dan tidak terkait dengan mereka.

Sebuah sumber keamanan di Gaza mengatakan serangan udara Israel menghantam sebuah lokasi di Khan Yunis setelah proyektil diluncurkan di Israel.

Kendati di atas kertas ada gencatan senjata atas permintaan Israel yang ditengahi Mesir, diumumkan sekitar pukul 19.00 GMT pada hari Senin. Tetapi baku tembak antara kelompok-kelompok pejuang di Gaza dan militer Israel terus berlanjut.

Sebelumnya, serangan rudal jarak jauh ditembakkan dari Gaza ke komunitas Israel di Mishmeret – 20km utara Tel Aviv – Senin pagi. Serangan ini melukai tujuh orang.

Tidak ada kelompok dari Gaza yang mengklaim bertanggung jawab, tetapi Israel menyalahkan Hamas. Setelah itu Israel mengerahkan tank dan pasukan cadangan yang awalnya bersiaga di sebelah timur Jalur Gaza.

Sepanjang Senin malam, pesawat tempur Israel menargetkan posisi Hamas dan Jihad Islam dengan serangan udara. Kantor pemimpin Hamas Ismail Haniya hancur dalam serangan itu, serta beberapa bangunan tempat tinggal.

Tentara Israel mengkonfirmasi pesawat tempurnya melakukan 15 pemboman di Jalur Gaza.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, setidaknya tujuh warga Palestina terluka. Sameh al-Ghazali, seorang warga Gaza, kehilangan rumahnya di Kota Gaza.

“Kami terkejut ketika kami menerima panggilan telepon tadi malam yang menyuruh kami untuk meninggalkan rumah kami dalam hitungan detik,” kata ayah satu anak itu kepada Al Jazeera.

Bangunan tempat tinggalnya, yang terdiri dari tiga lantai, dimiliki oleh empat keluarga Ghazali dan juga menampung Perusahaan Asuransi al-Multazem. Semua keluarga yang tinggal di daerah itu juga mengungsi dari rumah mereka.

Tak lama kemudian, sebuah rudal F-16 meratakan gedung menjadi debu.

“Aku tidak punya kata-kata,” kata Sameh. “Aku tidak pernah mengira rumah akan dibom. Seluruh keluarga sangat terkejut. Dalam sekejap, semua yang telah kami usahakan musnah,” katanya.

Setidaknya 10 anak tinggal di gedung itu. Sekarang anggota keluarga tersebar di antara rumah-rumah kerabat mereka.

“Apa yang terjadi adalah gambaran dari kehidupan di Gaza. Kamu bisa kehilangan apa saja atau siapa saja dalam sekejap mata,” pungkasnya. (DST)