PBB Kirim Tim Investigasi Selidiki Pembantaian 160 Orang di Mali

Mali, relawan.id- PBB telah mengirim satu tim penyelidik ke wilayah Mopti Negara Mali, tempat lebih dari 150 muslim dibunuh secara sadis oleh sekelompok orang yang diduga milisi etnik Dogon pada akhir pekan lalu, Sabtu (23/3/2019).

Serangan itu terjadi di desa Ogossagou, tempat kelompok etnis nomaden yang dikenal dengan nama komunitas penggembala Fulani, dekat kota Mopti di Mali tengah.

Pejabat lokal dan sumber keamanan mengatakan, jumlah korban tewas meningkat menjadi 160. Sementara itu, kantor hak asasi manusia PBB mengatakan sedikitnya 153 orang tewas dan 73 lainnya cedera.

“Serangan mengerikan ini menandai lonjakan signifikan kejadian kekerasan di seluruh komunitas yang ada,” kata juru bicara kantor hak asasi PBB, Ravina Shamdasani dikutip dari Aljazeera, Rabu (27/3/2019).

Lokasi Desa Ogossagou/Aljazeera

Sejak Maret 2018, di wilayah Mopti saja, serangan telah menyebabkan sekitar 600 kematian wanita, anak-anak dan pria, serta ribuan orang terlantar.

“Lebih dari sepertiga dari mereka yang tewas telah meninggal sejak awal 2019,” tambah Ravina.

Untuk itu, lanjut dia, PBB telah mengirim tim yang terdiri dari 10 petugas hak asasi manusia, seorang petugas perlindungan anak dan dua penyelidik TKP ke wilayah Mopti untuk menyelidiki serangan.

“Kami melakukan kontak langsung dengan pihak berwenang. PBB juga menawarkan membantu  pemerintah Mali membawa para pelaku ke pengadilan untuk memutuskan lingkaran kekerasan,” tegas Ravina.

Sebuah kelompok bersenjata dari kelompok etnis Dogon – komunitas berburu dan bertani dengan sejarah panjang ketegangan dengan Fulani soal akses ke tanah – diduga melakukan serangan mengerikan itu. 

Pemerintah Mali cepat bertindak, pada hari Ahad (24/3/2019) langsung mengumumkan pembubaran satu milisi Dogon. (DST)