ARI Ajarkan Emak-Emak Kelola Sampah Jadi Uang

Yogyakarta, relawan.id– Sudah sepekan lalu sampah menjadi isu yang sangat viral di Yogyakarta. Sejak TPS Piyungan ditutup beberapa hari, sempat membuat beberapa TPS di Yogyakarta, menjadi luber hingga ke jalan dan mengganggu transportasi dan pemandangan di beberapa titik di Yogyakarta.

Melihat kondisi ini, Akademi Relawan Indonesia (ARI) bersama Relawan MRI ACT DIY melakukan edukasi sampah rumah tangga dengan tema mengelola sampah menjadi uang.

Kepala Akademi Relawan Indonesia, Andri Perdana, menyampaikan bahwa Edukasi berkaitan pengelolaan sampah sangat penting bagi masyarakat Yogyakarta. Pihaknya berharap agar dari pengelolaan sampah ini banyak kampung mulai peduli dengan lingkungan dan menghasilkan pendapatan tambahan dari pengelolaan sampah yang dilakukan.

“InsyaAllah, relawan klaster lingkungan, juga ikut membantu mendampingi masyarakat mengambil bagian untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi oleh warga Yogyakarta,” kata Andri.

Pada kesempatan ini, ARI berkolaborasi dengan Project B Indonesia dalam Edukasi Emak emak di Kampung Josari, Desa Tridadi, Kab. Sleman. Dalam Edukasi ini, Co-Founder Project B Indonesia, Yebi Yuriandala, mengatakan 75% sampah yang dihasilkan oleh masyarakat dan dibuang ke TPS berasal dari Sampah Rumah Tangga dengan berbagai jenis sampah mulai dari organik, plastik, kaca dan logam.

“Sampah botol air mineral. Jika tidak dikelola dengan baik, botol ini dapat dijual 500-1000 rupiah per kilogram. Akan tetapi, jika dipisahkan antara tutup dan botol palstiknya, dapat bernilai 2000-3000 rupiah setiap kilogramnya,” kata Yebi.

Dalam Edukasi ini, emak emak di Kampung ini juga diajarkan bagaimana membuat produk-produk berkualitas dan elegan dengan bahan baku yang terbuat dari sampah plastik yang memiliki nilai jual.

Kegiatan edukasi ini diakhiri dengan komitmen masyarakat di Kampung Josari dalam menginisiasi Bank Sampah untuk mengelola sampah dan membuat berbagai produk kerajinan dari sampah dalam mengurangi dampak negatif ke lingkungan.

Kiriman Tim ARI