Selandia Baru Berikan Status Kewarganegaraan Bagi Korban Penembakan

Jakarta, relawan.id.-Selandia Baru akan memberikan status penduduk tetap kepada mereka yang selamat dari penembakan massal di dua masjid di kota Christchurch, Selandia Baru. Penembakan massal pada 15 Maret 2019 lalu, menewaskan 50 orang. 

Dikutip dari reuters.com, Selasa, 23 April 2019, Selandia Baru mengatakan telah mempertimbangkan pemberian visa baru dengan sebutan khusus, yakni Christchurch Response 2019. Mereka yang lolos dari maut saat penembakan di Christchurch lalu, bisa mengajukan visa ini, termasuk anggota keluarga korban tewas untuk mendapatkan status penduduk tetap.

Dukungan warga Selandia Baru bagi korban penembakan

Para pelamar yang ingin mendapatkan visa ini, harus punya bukti tinggal di Selandia Baru saat serangan terjadi. Dengan begitu, visa khusus ini tidak berlaku bagi para turis atau mereka yang berada di Selandia Baru untuk waktu singkat. Proses pengajuan visa sudah bisa dilakukan pada Rabu, 24 April 2019. 

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan penembakan massal Jumat, 15 Maret 2019 lalu adalah serangan terorisme dan menjadi momentum bagi pemerintahannya untuk meloloskan undang-undang pelarangan penggunaan senjata semi-otomatis.