Marhaban Yaa Dermawan

Oleh: Ahyudin (Presiden GIP-ACT)
Disampaikan pada Konferensi Pers Launching Program: “Marhaban Yaa Ramadhan” di Jakarta, 24 April 2019.

Relawan.id- Dunia ini meski sangat kecil, tapi sangat menyulitkan untuk berjumpa. Akhirat itu, negeri yang sangat besar dibandingkan dengan dunia, tapi sangat dimudahkan untuk berjumpa. Jadi kalau sangat ingin berjumpa, berharaplah kita, Allah masukkan kita ke dalam Syurga Allah Swt.

Masuk syurga atau tidaknya kita di antaranya ditentukan oleh seberapa hebatnya jatuh cinta Allah SWT kepada kita. Dan Allah akan jatuh cinta kepada kita, ketika Allah pandang kita bermanfaat untuk hamba-hambaNya. Khairunnas Anfaahum Linnas.

Mudah-mudahan di momentum yang baik ini, semoga bisa meneduhkan hati kita. Apapun boleh tidak teduh, tapi sebisa mungkin hati ini harus teduh. Karena Allah itu Maha Teduh.

Transaksi ACT di 2018, ada 1.200.000 transaksi keuangan. Ada 617 Miliar yang diamanahkan ummat kepada lembaga ini. Dan kita membantu 10,8 juta masyarakat baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Ucapan doa yang tulus untuk kita semua dari Palestina, Yaman, Rohingya, Kashmir, Afghan, Suriah, Palu-Donggala, Lombok, Selat Sunda, dari ratusan entah bahkan ribuan desa. Itulah barangkali penyebab mengapa ACT dan segenap lembaganya tetap eksis hadir. Sama sekali bukan karena adanya kepintaran, kecerdasan leadership, enggak. Bahkan bukan juga karena kehebatan tim yang dibangun, enggak. Itu alat-alat kecil saja.

Tapi kita meyakini sesungguhnya Allah menjaga lembaga ini terus eksis berkembang adalah doa-doa dari mereka yang Allah janjikan doanya makbul.

Doa-doa itu mengalir dari seluruh penjuru masjid di Gaza, dari tenda-tenda darurat seantero pengungsian Rohingya. Doa itu juga terus disampaikan saudara-saudara kita pengungsi di dalam negeri. Sampai hari ini, 100% korban gempa di Palu-Donggala, Lombok, dan Selat Sunda tetap menjadi pengungsi. Maknanya adalah, Allah Swt berkehendak ummat ini diurusi oleh ummat.

Jadi, Alhamdulillah wa Syukurillah. Tiga tahun pertama saya cuma ber-enam di ACT. Susah merayu orang untuk bergabung, karena bagi mereka saat itu tidak menarik. ACT gak menarik karena (ngurusi) bencana, dan saya juga gak menarik. Jadi lengkap lah.

Alhamdulillah dalam perjalanan, ternyata hari ini, 600 orang melamar ke ACT setiap pekan. Kami punya 561 karyawan plus 28 cabang dan luar negeri kami punya cabang resmi di Istanbul, Turki. Atas permintaan dari banyak saudara kita di luar, kami akan segera hadir di UK, dan Amerika insya Allah.

Sekali lagi, pilihan nilai yang kami pilih untuk menyemangati kami yaitu: Humanity, Philantrophy, Volunteerism, rasa-rasanya makin menyemangati karena kesemuanya adalah nilai yang universal dan dibutuhkan oleh zaman saat ini.

Rasa-rasanya gak ada masalah peradaban hari ini melebihi hebatnya masalah kemanusiaan. Inilah barangkali ronde terakhir peradaban kehidupan.

Lebih 700 juta orang dinyatakan dalam ambang kelaparan, dan pengungsi dunia sekarang mendekati angka 400-500 juta, dan lebih dari 70% nya adalah Muslim.

Jadi, masalah kemanusiaan yang menjadi asbab kami bersemangat mengelola organisasi menjadi makin serius, dan makin modern. Karena ternyata isu kemanusiaan bukan sekedar bencana alam.

Bahwa bencana alam itu akan selalu ada, ini keniscayaan akhir zaman. Salah satu tanda kiamat itu akan ditandai oleh banyaknya terjadi bencana alam. Dan bencana alam itu menjadi serius sebab setiap bencana alam selalu berakhir dengan resiko kemanusiaan.

Jadi semua peristiwa apapun disebut bencana apabila ada resiko kemanusiaan. Dan bencana alam selalu berakhir dengan resiko kemanusiaan.

Ada pengungsi, ada kemiskinan, ada kematian massif, dst. Meskipun sesungguhnya gak boleh kita suuzhon kepada Allah. Sesungguhnya ini adalah ruang untuk berbuat baik. Ini juga ayat-ayat Allah Swt.

Kita jangan hanya mahir mengaji tekstual, kita juga harus mahir mengaji kontekstual. Kita juga jangan hanya hebat memahami ayatul qauliyah, tapi ayat Allah juga yang sungguh lebih besar adalah ayatul kauniyah: segala kehidupan ini. Lalu kemudian bencana perang, konflik, menyebabkan begitu banyak pengungsi, itu pun masalah kemanusiaan.

Dan, ada yang lebih hebat dari bencana alam, konflik, atau perang: yaitu kemiskinan.

Kami merasa dituntun oleh Allah Swt untuk mengerjakan project-project ini. Kami begitu pede meminta pada Allah, “Ya Allah jadikan kami selalu sebagai operator project-project dari Allah Subhanahuwata’ala.”

Kalau kita menjadi operator project Allah Swt tentu harus perfect. Malu, atasan langsung kita adalah Allah Swt. Masyaa Allah.

Nah, sebesar apapun problem kemanusian itu baik akibat bencana alam atau konflik dan peperangan yang terus melanda dunia termasuk kemiskinan, insya Allah akan bisa diatasi apabila dengan mengaji tadi itu kita sebagai ummat terpanggil untuk menjadi philantrophist. Dalam bahasa inggrisnya kira-kira begitulah.

Jadi humanity problem hanya bisa diatasi oleh philantrophy, kedermawanan.

Kedermawanan ini adalah akhlak yang tinggi dan mulia. Boleh jadi malapetaka kemiskinan, bahkan konflik, dan bencana alam asbabnya adalah ketidakpedulian. Cara Allah menasehati manusia ini bisa jadi dengan peristiwa itu.

Kemiskinan, peperangan, bencana alam, itu acara Allah menasehati kita. Dan itu pula yang kami rasakan. Sesungguhnya semua peristiwa itu menjadi lahan kebaikan, lahan ibadah. Menjadi cara kita menta’arufi Allah Swt. Menjadi cara kita untuk lebih mengenal Allah Swt.

Jadi jangan pernah berburuk sangka betapapun seolah-olah bencana, perang, kemiskinan itu kekelaman. Sesungguhnya itu, Allah sayang sama kita.

Jujur saja, saya cemburu. Para sahabat ikut Perang Badar. Para Sahabat ikut Perang Uhud. Pahalanya surga. Lalu kita sekarang, tidak hidup bersama nabi. Tidak ada lagi kesempatan untuk seperti itu.

Ada ternyata. Ada banyak, sesungguhnya project-project yang insya Allah pahalanya gak berkurang. Yaitu membantu saudara-saudara kita yang papa, dhuafa, dan miskin.

Allah memanggil ummatNya untuk membantu saudara kita lantaran dizalimi, perang. Allah memanggil ummatNya untuk membantu saudaranya yang terkena musibah, begitu.

Jadi ada manusia yang perlu dibantu, dan ada manusia yang harus membantu. Ada manusia yang membutuhkan kepedulian, ada juga manusia yang harus memberikan kepedulian. Bahwa mengedukasi supaya kita selalu bersedia peduli untuk membantu orang lain itu adalah pekerjaan kita.

Menyelenggarakan program dari level micro, mezo, macro sekalipun, insya Allah, tidak terlampau susah. Yang sungguh tidak mudah itu adalah mengubah orang kikir menjadi dermawan: bagaimana menghidupkan budaya kedermawanan ummat ini.

Ummat ini gak akan pernah menang sebelum ummat ini hebat dalam berjihad, beribadah dengan hartanya.

“Bii Amwalikum, wa anfusakum.”

Terakhir, volunteer. Volunteer ACT sekarang ada 600 ribu orang. ACT sudah mempunyai kepengurusan MRI nyaris di semua kabupaten di Indonesia. Alhamdulillah, itulah tenaga ikhlas, murah juga, karena yang nggajinya Allah langsung.

Sebab, insya Allah ACT ini mungkin gak sampai lima tahun kedepan akan zero cost. Tidak akan ada satu peser pun dari donasi untuk mengongkosi karyawan kita. Sebab di belakang kami juga sekarang ada sejumlah korporasi yang diwakafkan, yang akan menghandle operasional kami semua, bahkan menyiapkan modal untuk beragam program keummatan.

Marhaban yaa Dermawan

Ramadhan itu terlampau agung. Jadi, kira-kira di Ramadhan ini ACT mau ngapain. Saya sering mengatakan ke tim saya, bagaimana kita mengedukasi kita dan bangsa ini supaya ber-Ramadhan dengan benar. Sepertinya ada yang salah, ada kultur yang kurang tepat dalam kita ber-Ramadhan.

Ramadhan itu bergerak. Ramadhan itu berkeringat. Ramadhan itu letih. Ramadhan itu nangis. Ramadhan itu segala-galanya. Begitulah seharusnya.

Tamu agung yang besar ini akan datang kepada kita. Kira-kira kalau kita sadar akan ada tamu yang sangat istimewa, apa yang harus kita siapkan: Marhaban Yaa Dermawan.

Salah satu pesan langit dalam ramadhan itu adalah kedermawanan. Salah satu ukuran dan bukti bahwa pesan ramadhan itu adalah kedermawanan ialah: mau miskin, mau kaya, mau mampu, mau sakit, mau sehat, siapapun Anda wajib membayar zakat fitrah. Itu simbol kedermawanan.

Jadi semua siap melayani Ramadhan. Siapapun Anda, Anda adalah pelayan Ramadhan.

Kalau Ramadhan adalah tamu teristimewa, siapa yang paling bisa memuliakan tamu itu, Ramadhan itu, dialah pemenang Ramadhan. Siapakah dia: Para Dermawan. Ayo para demawan. Siapa yang paling dermawan diantara kita?

Suatu saat, ketika Abdurrahman bin Auf, salah satu sahabat yang Allah jamin masuk surga yang ingin memberikan jaminan hidup kepada alumni Perang Badar. Salah satu penerima jaminan itu adalah Ustman bin Affan, yang sama-sama kaya.

Kan ditegur oleh para sahabat lainnya,

“Ustman, ente kan kaya. Kenapa ente masih menerima sedekah dari Abdurrahman bin Auf?”

Ustman menangis.

“Bagaimana saya tidak menerima, harta ini datang dari seorang hamba Allah yang sangat sholeh dan saya sangat cemburu dengan kehalalan hartanya.”

Jadi Ustman bin Affan sekalipun yang kaya raya menerima tunjangan almuni Perang Badar.

Konkritnya, karena kami fasilitator, kami bertekad,

“Ya Allah, kuatkan kami menjadi jembatan sillaturahim antar ummat ini.”

Saya yakin, kita semua cinta dengan saudara kita yang ada di Suriah, di Palestina, tapi gak mungkin datang sendiri. Butuh organisasi yang bisa dipercaya. Dan kami selalu berusaha untuk selalu bisa dipercaya: pertama oleh langit, Allah. Dan kedua oleh Ummat.

Konkretnya, Ramadhan tahun kemarin, supaya seluruh ummat Islam menjadi pelayan Ramadhan dengan baik, supaya ummat di manapun berada meskipun di kamp-kamp pengungsian bisa melayani ramadhan, mengistimewakan Ramadhan, khusyuk beribadah, tahun kemarin 7.000 ton kita gelontorkan pangan untuk di dalam negeri. Kita punya program Kapal Ramadhan.

Tahun ini, insya Allah, proposalnya sudah disampaikan ke langit, lewat semua doa-doanya. Insya Allah tahun ini, ACT bertekad melayani ummat. Minimal 15.000 ton pangan akan kita gelontorkan untuk ummat.

Setiap ummat, setiap kepala keluarga tidak boleh menerima kurang dari 25 kg pangan. Mohon didoakan, disupport, ayo kita berlomba menjadi teladan terbaik untuk langit, menjadi dermawan.

Makanya tema langit, tema lembaga untuk Ramadhan tahun ini adalah: MARHABAN YAA DERMAWAN.

Demikian yang bisa disampaikan. 10.000 ton untuk ummat dalam negeri, 5.000 ton untuk ummat di luar negeri.

Kami sudah punya proposal dari ummat dan ulama di Yaman, Gaza-Palestina, Rohingya, insya Allah. Kami punya gudang kapasitas 10.000 ton di Gaza. Setiap hari 3.000 paket terus keliling melayani orang miskin disana.

Saya berharap, Yaa Allah jika hari ini ummat di sana (Palestina) eksis, asbabnya insya Allah karena ada peran kita semua ini. Sehingga bangsa ini layak diselamatkan.

Ketika kegaduhan Pemilu seperti sekarang ini, insya Allah kita teduhkan dengan Ramadhan. Kita teduhkan dengan peran-peran keummatan seperti itu.

Kami akan memberangkatkan 1.000 relawan ke setiap pelosok di tanah air termasuk di tepian negeri. Dari 400.000 lebih relawan kami, 1.000 itu saja kita berangkatkan dari Jakarta insya Allah selesai.

Semoga ini menjadi obat dahaga bagi kita semuanya. Mohon do’a, mohon support semuanya. Semoga proposal ini dikabulkan oleh Allah. Ya Allah, 15.000 ton pangan bisa dihidangkan untuk Ramadhan yang agung oleh ummat ini.

Itu saja yang bisa sampaikan. Mohon maaf kalau ada kekurangan. Ini baru prolog sebenarnya. Saya mengundang Bapak/Ibu untuk mampir ke kantor kami. Saya insya Allah, satu-dua hari di kantor. Selebihnya ke lapangan juga. Itulah kampus kami di lapangan. Kalau gak ke lapangan gak dapat ilmu kita.

Lebih kurang mohon maaf.
Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.