Bencana Alam Selama 2019, BNPB Sebut 438 Jiwa Meninggal dan Hilang

Jakarta, relawan.id – Sepanjang Januari hingga April 2019, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatatkan 1.568 kejadian bencana menyebabkan 438 jiwa meninggal dan hilang.

Hal tersebut dikatakan, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Rabu (1/5/2019). Korban bencana alam yang meninggal dunia terdiri dari 325 orang, 113 orang hilang, 1.439 orang luka-luka dan 996.143 orang mengungsi.

Tak hanya itu, bencana juga menyebabkan kerusakan fisik meliputi 3.588 rumah rusak berat, 3.289 rumah rusak sedang, 15.376 rumah rusak ringan, 325 bangunan pendidikan rusak, 235 fasilitas peribadatan rusak dan 78 fasilitas kesehatan rusak.

“Lebih dari 98 persen bencana yang terjadi adalah bencana hidrometeorologi, sedangkan dua persen bencana geologi,” ujar Sutopo.

Sutopo juga menjelaskan, menurut data BNPB, ada tiga kejadian bencana yang menimbulkan kerugian cukup besar sepanjang 2019.

Pertama, banjir dan longsor di Sulawesi Selatan pada 22 Januari yang menyebabkan 82 orang meninggal dunia, tiga orang hilang, dan 47 orang luka. Kerugian dan kerusakan ditaksir Rp926 miliar.

Kedua, banjir dan longsor di Sentani, Papua pada 16 Maret yang menyebabkan 112 orang meninggal dunia, 82 orang hilang, dan 965 orang luka. Kerugian dan kerusakan mencapai Rp668 miliar.

Ketiga, banjir dan longsor di Bengkulu pada 27 April yang menyebabkan 29 orang meninggal dunia, 13 orang hilang dan 4 orang luka. Data sementara menunjukkan kerugian mencapai Rp200 miliar.

Jumlah bencana pada 2019 tersebut meningkat 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 lalu di mana terjadi 1.480 bencana. Jumlah korban jiwa juga meningkat 192 persen dibanding periode yang sama pada 2018.

Sutopo melanjutkan provinsi yang paling banyak mengalami bencana ialah Jawa Tengah dengan 472 kejadian, Jawa Barat dengan 367 kejadian, Jawa Timur dengan 245 kejadian, Sulawesi Selatan dengan 70 kejadian, serta Aceh dengan 51 kejadian.

Berdasarkan kategori kabupaten/kota, sebaran bencana paling banyak terjadi di Kabupaten Sukabumi sebanyak 50 kejadian, Semarang sebanyak 43 kejadian, dan Majalengka sebanyak 38 kejadian.

“Meningkatnya bencana pada tahun 2019 disebabkan adanya pemicu banjir dan longsor yaitu curah hujan yang deras. Kombinasi antara alam dan antropogenik menjadi penyebab utama meningkatnya bencana,” tutur Sutopo. (Iql)