Jelang Ramadhan, Gubernur New York Instruksikan Kepolisan Jaga Tempat Ibadah Muslim

New York, relawan.id – Gubernur New York telah menginstruksikan kepada seluruh pasukan polisi untuk meningkatkan penjagaan di sekitar rumah ibadah menjelang bulan suci Ramadhan.

“Tahun ini dengan segala sesuatu yang terjadi di seluruh dunia, umat muslim khawatir bahwa, ketika mereka berdoa, menghadap Kiblat, apa yang akan terjadi di belakangnya?” Kata wali dari Islamic Center of Rochester Abu Islam, seperti dilansir About Islam, Kamis (2/5/2019).

Hal itu dilakukan, mengingat serangan yang baru-baru ini terjadi di beberapa rumah ibadah di dalam dan luar negeri, maka dari ICR merasa prihatin dengan kejadian tersebut.

Dia menambahkan serangan baru-baru ini terhadap institusi keagamaan di dalam dan luar negeri membuat anggota ICR merasa prihatin.

“Sangat disayangkan bahwa kita bahkan mendiskusikan ini. Tidak hanya masjid, tempat ibadah, orang ingin datang ke sana untuk kedamaian, ketenangan, sehingga mereka bisa menyembah pencipta mereka dan ketika mereka pergi menjadi lebih segar,” ujar Abu Islam.

Sebagai informasi, Gubernur New York Andrew Cuomo meminta Kepolisian Negara untuk meningkatkan kehadiran mereka di sekitar rumah-rumah ibadah di New York menjelang bulan suci Ramadhan.

Pusat Islam bekerja sama dengan Departemen Kepolisian Brighton untuk memastikan jamaah mereka dapat beribadah dengan damai.

“Kami hanya ingin orang merasa aman. Kami ingin orang merasa terlindungi ketika mereka berada di rumah ibadah mereka,” kata Kepala Brighton Police Department Mark Henderson.

Ramadhan adalah bulan ke 9 dari kalender Islam Hijriah dan diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai bulan puasa untuk memperingati turunnya wahyu pertama Al-Quran kepada Nabi Muhammad Saw.

Selama puasa Ramadhan dari fajar hingga matahari terbenam, umat Islam menahan diri dari mengkonsumsi makanan, minum, merokok, dan terlibat dalam hubungan seksual.

Muslim Amerika telah meminta keamanan lebih untuk tempat ibadah umat muslim, setelah serangan terhadap masjid di Selandia Baru saat sedang shalat Jumat, tak hanya itu, gereja-gereja di Sri Lanka pun menjadi tempat serangan dari orang yang tidak bertanggung jawab pada hari Minggu Paskah, dan terjadi lagi di sebuah sinagog di California pada hari Sabtu.

Di tengah meningkatnya ancaman, masjid-masjid di Christchurch dan Selandia Baru, tengah mempertimbangkan pembatalan acara saat Ramadhan, karena meningkatnya ancaman dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Sementara itu, masjid-masjid di seluruh Florida Selatan memilih jalur yang berbeda dengan mengumumkan bahwa mereka akan membuka pintu mereka untuk menyambut orang-orang dari semua agama selama bulan puasa suci Ramadhan.

Di Inggris, para pemimpin komunitas Muslim Inggris juga telah meminta pemerintah untuk menyediakan dana untuk keamanan masjid. (Iql)