Lawan Kebencian AS, Ilham Omar Minta Muslim dan Yahudi Bersatu

Washington, relawan.id – Anggota kongres Amerika Serikat Ilham Omar meminta komunitas Muslim dan Yahudi untuk bersatu, hal itu dilakukan untuk melawan kebencian yang disebabkan oleh supremasi kulit.

“Kami tahu bahwa banyak orang menargetkan komunitas Yahudi dengan anti-Semitisme dan menargetkan komunitas Muslim dengan Islamofobia,” kata Omar seperti dilansir NBCNews, Jumat (3/5/2019).

Maka dari itu, Omar berharap dapat bersatu untuk mengangkat suara dan mengatakan untuk tidak melakukan kebencian lagi terhadap komunitas Muslim dan Yahudi.

“Kita tahu bahwa kedua komunitas kita di Amerika Serikat ini menjadi target para supremasi kulit putih,” ungkap Omar.

Menurut survei yang dilakukan Pew Research Center awal bulan ini, mayoritas warga AS mengaku bahwa Muslim menghadapi diskriminasi, sementara jumlah orang yang mengatakan umat Yahudi menghadapi diskriminasi berlipat ganda sejak 2016.

Pada Sabtu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di sebuah sinagog di California, menyebabkan satu orang tewas dan tiga lainnya terluka.

Seorang pengguna internet, dengan nama yang sama dengan tersangka John Earnest, mengunggah pesan anti-Semit pada hari sebelumnya.

Pesan tersebut serupa, dalam gaya dan nadanya, dengan tulisan yang diunggah oleh Brandon Tarrant, pelaku serangan teror masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 jemaah pada Maret.

“Kami tahu kaum konservatif melakukan segala yang mereka bisa untuk menjauhkan diri, untuk memberi tahu publik tentang monster yang mereka dukung, yang sekarang menyebabkan kerusakan di masjid dan sinagog,” jelas Omar.

“Jika kita tidak secara kolektif menyadari kenyataan itu, maka kita akan menderita karenanya,” tambah Omar.

Omar, yang merupakan salah satu dari dua perempuan Muslim pertama yang terpilih untuk Kongres tahun ini, menghadapi banyak serangan Islamofobia sejak menjabat, termasuk ancaman terhadap nyawanya. (Iql)