Bahasa Minang di Bumi Lancang Kuning

Riau, relawan.id– Ekpedisi Kemanusiaan Ramadhan 1440 H Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) sampai di kota Pekanbaru. Ketika menginjakan kaki di Bumi Lancang Kuning tersebut saya merasa seperti berada di Padang, Sumatera Barat, pasalnya hampir seluruh masyarakat di sana berbicara bahasa Minang bukan bahasa Melayu.

Pertanyaan tersebut baru terjawab saat naik ojek online, setelah saya bertanya. Pengemudi ojek online tersebut menjelaskan mengapa banyak orang di Riau, khususnya di Pekanbaru yang berkomunikasi menggunakan bahasa Minang.

Pengemudi bernama Rosman tersebut menjelaskan , bahwa kalau orang yang berdomisili di Pekanbaru tersebut hampir 80 persen memang orang perantauan yang datang dari Sumatera Barat. Perantau tersebut sudah belasan bahkan puluhan tahun tinggal di Pekanbaru.

Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai pedagang. Jadi jangan heran jika bahasa masyarakat  dipengaruhi  bahasa dari mereka.

Bahkan bahasa Minang tersebut juga dipakai perantau dari daerah lain. “Orang Medan dan orang Aceh yang merantau di Pekanbaru juga banyak yang berkomunikasi pakai bahasa Minang, Mas” terang Rosman sambil tertawa kecil, Ahad (19/5/2019).

Pria berusia 28 tahun tersebut berusaha memastikan kepada saya kalau memang di Pekanbaru kebanyakan perantau dari Sumatera Barat. “Nanti lihat saja, seminggu lagi Pekanbaru sepi nih, Mas, banyak yang mudik ke Padang,”ucapnya.

Selanjutnya Rosman menjelaskan, kalau mau mendengar orang berkomunikasi memakai bahasa Melayu silahkan ke beberapa kabupaten di Riau. Menurutnya di kapubaten itu masyarakat masih melestarikan bahasa melayu.

“Kalau disana masih banyak yang  bicara pakai bahasa Melayu dengan beragam logat,”imbuhnya 

Selain perantau dari Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh , Rosman juga mengatakan kalau di Pekanbaru banyak perantau dari suku Jawa yang telah lama mendiami daerah tersebut.

“Orang suku Jawa cukup banyak juga di Pekanbaru dan daerah Riau lainya,”katanya. (Sky )