Beberapa Kedubes Imbau Warganya untuk Hindari Ibu Kota

Jakarta, relawan.id– Beberapa kedutaan besar yang berada di Indonesia mengimbau kepada warganya yang berada di Jakarta untuk menghindari sejumlah wilayah di ibu kota, terutama Tanah Abang dan Menteng.

Beberapa kedubes tersebut yaitu Amerika Serikat, Australia dan Inggris. Demonstrasi itu dilakukan terkait hasil pemilihan umum 2019

“Demonstrasi yang berkaitan dengan pengumuman hasil pemilu dan berlangsung sejak 21 Mei masih berlangsung. Terhitung pukul 06.00 WIB pagi ini, demo juga masih berlangsung,” bunyi imbauan kedubes AS melalui situsnya itu, Rabu (22/5/2019).

“Sejumlah area di Jakarta Pusat, seperti di dekat Tanah Abang dan Jalan Wahid Hasyim di Menteng, bentrokan terjadi antara polisi dan pedemo. Kedubes AS sangat mengimbau warga AS untuk menghindari area-area tersebut,” tambahnya.

Selain AS, Australia dan Inggris juga mengeluarkan imbauan serupa. Melalui situs kedutaan besarnya di Jakarta, Negeri Kanguru memperingatkan warganya di Jakarta untuk menghindari aksi protes dan demonstrasi yang berubah ricuh.

“Otoritas Indonesia telah memperingatkan akan ada risiko kekerasan hingga terorisme terjadi sebelum dan setelah pengumuman hasil pemilu. Sebagai antisipasi, sejumlah institusi publik termasuk situs budaya dan sekolah akan tutup sementara pada 22 Mei,” demikian bunyi imbauan Kedubes Australia.

Pernyataan itu ditutup dengan imbauan berbunyi, “Hindari aksi protes dan demonstrasi yang bisa berubah menjadi rusuh sewaktu-waktu,” lanjutnya.

Sementara itu, Kedubes Inggris juga memperingatkan warganya yang ada di luar Jakarta untuk tetap berhati-hati lantaran “demonstrasi mungkin bisa terjadi juga di kota lainnya di Pulau Jawa dan Sumatera.”

“Anda harus menghindari segala bentuk demonstrasi dan protes politik karena berisiko menjadi ricuh,” demikian pernyataan Kedubes Inggris di Jakarta melalui situs resmi mereka.

Demo yang berlangsung sejak Selasa (21/5) malam itu masih berlangsung hingga Rabu pagi ini. Aparat kepolisian bahkan menembakkan peluru karet dan gas air mata ke arah para pedemo yang sempat melemparkan batu ke arah para personel. (Iql)