Ini Tips Mudik dengan Mobil Pribadi

Jakarta, relawan.id – Mudik Lebaran 2019 tinggal menghitung hari. Berbagai persiapan sudah mulai dilakukan agar mudik berjalan lancar. Mobil sepertinya masih akan menjadi salah satu kendaraan favorit bagi pemudik.

Tak hanya itu, mudik hampir menjadi tradisi masyarakat Indonesia menjelang Idul Fitri. Mudik menjadi sarana untuk melepas rindu atau bersilaturahmi dengan keluarga yang berada jauh di sana. Kalau mudiknya satu keluarga, mobil dirasa menjadi kendaraan yang paling nyaman. Meski jarak tempuhnya memakan waktu berhar-hari. Nah, bagi kamu yang mudik pakai mobil, sahabat relawan akan memberikan tips menghadapi mudik lebaran 2019.

1. Berangkat di waktu jalan raya sedikit senggang

Menjelang detik-detik keberangkatan, kita merasa senang karena ingin bertemu keluarga yang sudah tidak lama jumpa. Tapi, mood positif kita bisa hilang seketika tatkala di tengah perjalanan kita dihadapkan dengan kemacetan yang tanpa ujung. Bagi pengguna mobil, kendaraan roda dua yang ugal-ugalan juga meresahkan hati.

Untuk menghindari hal itu, sahabat relawan menyarankan agar berangkat di waktu jalan raya agak sedikit lengang. Biasanya momen itu bertepatan saat menjelang shalat Jumat, menjelang waktu berbuka, dan memasuki waktu sahur.

Saat shalat Jumat, kebanyakan pengguna kendaraan pribadi di wilayah setempat berhenti menjalani aktivitasnya untuk menunaikan shalat dua rakaat itu. Sehingga, volume kendaraan masyarakat setempat akan berkurang dan biasanya jalanan akan dipadati oleh mereka yang mudik. Jika kamu membawa dua sopir, alangkah baiknya melanjutkan perjalanan ketika waktu sahur dan berbuka. Sebab, kebanyakan pemudik akan melipir untuk berhenti sejenak sekadar membatalkan puasa atau ingin makan sahur. Nah pada tiga waktu itulah biasanya jalan raya agak sedikit kosong. 

2. Bagi muslim, silahkan melaksanakan shalat jamak

Allah Swt telah memberikan keringanan bagi para musafir. Selain dibolehkan untuk tidak berpuasa, musafir juga dibolehkan untuk menunaikan shalat jamak atau shalat dalam dua waktu yang digabung menjadi satu waktu. Pemudik termasuk musafir apabila diniatkan bersilaturahmi dengan keluarga di kampung halaman.

Melaksanakan shalat jamak membuat waktu untuk pulang kampung semakin efisien. Sebab, terlalu banyak beristirahat juga tidak baik. Para musafir pria juga dibolehkan untuk mengganti shalat Jumat dengan shalat dzuhur. Jadi kalian bisa melanjutkan perjalanan saat shalat jumat, ketika jalan raya dalam kondisi lengang.

3. Bawa uang tunai secukupnya

Di era digital seperti sekarang, melakukan pembayaran dengan kartu kredit atau debit memang lebih praktis. Namun ingat, di lokasi yang dituju belum tentu ada mesin ATM atau pembayaran elektronik. Oleh karena itu, tidak ada salahnya membawa uang tunai secukupnya dengan mempertimbangkan semua biaya yang dibutuhkan selama perjalanan.

4. Hindari beristirahat di rest area

Memilih tempat istirahat juga penting. Sebab, salah memilih tempat akan membuat istirahat kamu tidak optimal. Area istirahat SPBU dan rumah makan menjadi tempat favorit bagi para pemudik untuk menghindari jenuh. Masalahnya adalah pakiran penuh, harus mengantre, dan tidak sedikit mobil yang tergores oleh mobil lain karena parkir yang terlalu dekat.

Nah, supaya istirahat kamu optimal, disarankan memilih tempat yang berada di pinggir jalan namun ada tempat parkirnya. Memasuki masa mudik, biasanya akan banyak tempat-tempat istirahat ‘musiman’ yang dibuat oleh penduduk setempat. Di sana, kamu bisa makan, mengisi daya ponsel, menggunakan kamar mandi, bahkan tidur dengan murah dan maksimal.

5. Barang bawaan penting

Sebelum berangkat, jangan lupa siapkan semua bawaan penting. Mulai dari nomor telepon montir atau bengkel terdekat, baterai ponsel cadangan, power bank, kabel charger, atau bahkan mungkin SIM Card anyar dari operator dengan sinyal berkualitas di tempat yang akan dituju. (Iql)