Masjid Megah dengan Ciri Khas Melayu

Kisaran, relawan.id – Bagi anda yang sedang dalam perjalanan pulang kampung  ke arah Medan dan sekitarnya sampai Aceh melalui jalur lintas Sumatera, jika merasa lelah dan ingin sekedar rehat untuk shalat tidak salah mampir ke Masjid Agung Ahmad Bakrie yang berada di Kabupaten Asahan, tepatnya di jalan lintas Sumatera, Desa Sidomukti, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara.

Beberapa hari lalu (21/5/2019), Tim Ekspedisi Ramadhan 1440 MRI sempat mengunjungi masjid yang dibangun tahun 2011 lalu tersebut untuk shalat dzuhur, sebelum melanjutkan perjalanan ke Kota Medan. Masjid itu terlihat sangat megah namun cukup gersang , jarang pepohonan.

Masjid Agung H. Ahmad Bakrie ini resmi digunakan sebagai tempat ibadah pertama kali pada 5 Agustus 2015 Masehi, bertepatan dengan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Provinsi Sumatera Utara.

Siang itu, masjid terlihat penuh, kebanyakan dari mereka yang shalat merupakan pegawai negri ,maklum lokasi tersebut berada di seberang komplek kantor Bupati dan Alun-Alun Kota Kisaran.

Masjid didominasi warna putih dengan kombinasi warna emas. Ketika masuk ke tempat wudhu saya sempat tercengang, pasalnya tempat wudhu tersebut cukup luas dan bersih.

Sementara itu bagian dalam masjid juga didominasi warna putih dan emas dengan kombinasi warna hijau muda.

Masjid megah ini mempunyai daya tarik tersendiri bagi musafir, terbukti, saat itu beberapa orang sengaja menyempatkan berfoto dengan latar belakang masjid, termasuk saya dan tim.

Sedangkan untuk bagian arsitekturnya, masjid ini dibangun dengan denah masjid-masjid pada umumnya, yaitu  segi empat, dengan atap dua tingkat. Di tingkat kedua dibangun sebuah kubah besar dihiasi cincin berwarna kuning emas. Dibagian penjuru masjid dibangun empat buah menara menjulang tinggi dihiasi dengan warna yang sama.

Masjid ini dibangun dengan 3 lantai, lantai 1 digunakan sebagai tempat wudhu dan kantor pengurus masjid, lantai 2 dan 3 digunakan sebagai ruang sholat utama, sedangkan jamaah wanita di siapkan tempat dibelakang jamaah pria .

Walaupun terlihat moderen, namun masjid ini masih memperlihatkan ciri khas melayu, yakni pada semua kusen dan jendelanya. Desain jendela dan kusen dari kayu bergaya tempo dulu terlihat sangat klasik, dengan warna coklat tua bercampur keemasan. Konsep melayu juga terlihat sangat kental dengan tangga luas dan cukup tinggi seperti rumah panggung.

Masjid terlihat lebih menarik dengan ditambahnya taman yang dilengkapi air mancur dibagian sebelah utara dan barat.  Bagaimana, bagus dan menarik kan? (Sky)