Menikmati Puasa di Atas KMP Gambolo

Padang, relawan.id – Sirene berbunyi keras 3 kali dibarengi suara seorang laki-laki dengan pengeras suara, menandakan waktu maghrib sudah tiba, tak menunggu lama, para penumpang dibagian atas langsung mengambil botol air mineral untuk berbuka puasa. Di tempat lain juga terlihat seorang anak membuka biskuit kemasan dan wanita berjilbab membuka wadah yang berisi kurma yang dibagikan ke temannya.

Begitulah sekelumit gambaran berbuka puasa di atas kapal Ferry KMP Gambolo, Sabtu (25/5/2019) dengan rute Pelabuhan Bungus, Padang ke Pulau Sikakap, Kabupaten Mentawai, Sumatera Barat.

Tak hanya itu, setelah berbuka puasa, sebagian lelaki menuju bagian deck buritan untuk merokok. Setelah jeda sekitar lima menit untuk berbuka, terdengar suara lantunan adzan maghrib yang dikumandangkan seseorang melalui pengeras suara yang ada diruangan kru KMP Gambolo.

Setelah adzan berkumandang, orang-orang yang memenuhi deck buritan atas yang sedang menikmati berbuka puasa bergegas pindah tempat, karena bagian kapal ini akan digunakan untuk shalat berjamaah Maghrib, Isya dan Tarawih.

Dua menit kemudian iqama Maghrib pun dikumandangkan, disaat itu pun terlihat seorang remaja melangkahkan kakinya ke barisan paling depan untuk memimpin shalat di KMP Gambolo selama Ramadhan. Lantunan ayat Al-Quran pun diucapkan, mendengar ayat yang ia bacakan, membuat para makmum pun seketika sunyi, hanya suara mesin kapal dan suara ombak yang terdengar.

Penasaran dengan seorang imam tersebut, akhirnya saya menanyakannya kepada seseorang yang bertugas di kapal tersebut. Rasa penasaran pun akhirnya terungkap, remaja itu ternyata seorang santri dari Pulau Sikakap yang ditugaskan ASDP selama bulan Ramadhan untuk menjadi imam shalat selama berada di kapal. Jamaah yang menunaikan shalat maghrib lumayan banyak terdiri dari empat shaf laki-laki dan satu shaf perempuan.

Ini adalah pengalaman pertama menunaikan shalat berjamaah di atas kapal, meskipun agak sedikit pusing terlebih saat sujud, karena kapal bergoyang-goyang diterjang ombak. Sebetulnya tujuan tim Ekspedisi Ramadhan 1440 H dan MRI Padang ke Pulau Sikakap untuk membantu menyalurkan paket pangan program Kapal Ramadhan ACT-MRI.

Banyak hal menarik yang saya dapatkan selama berada di kapal, salah satunya melihat kapten kapal yang juga  merupakan penanggung jawab peribadahan saat Ramadhan. “Bapak-bapak jangan lupa jam 20.00 shalat Isya dilanjutkan tarawih berjamaah sebelas rakaat di tempat ini,” ucapnya kepada para jamaah di kapal.

KMP Gambolo sendiri merupakan kapal penumpang yang beroperasional setiap hari melayani rute Padang- Pulau Sikakap. Setiap harinya berangkat jam 17.15 dari Pelabuhan Bungus dan sampai di Pelabuhan Sikakap jam 07.00.

Jam menunjukan pukul 03:45, sirene pun berbunyi yang dibarengi dengan suara “sahur sahur” Saya dan beberapa penumpang lainnya terbangun. Setelah cuci muka dan tangan ke kamar mandi yang ada di lantai dua, penumpang bergegas menyantap sahur.

Kebanyakan penumpang sudah membawa makan dari Pelabuhan Sikakap. Pasalnya di kapal , kantin hanya menjual mie instant, roti, teh manis, kopi serta susu sachet. Usai santap sahur sejumlah penumpang menuju buritan atas yang telah dihamparkan karpet untuk shalat subuh berjamaah. Sebelum masuk adzan shubuh terlihat beberapa orang membaca Al-Quran dari ponsel pintarnya.

Setelah selesai shalat Subuh kapten kapal mempersilahkan penumpang yang bisa mengisi kultum untuk mengisi tausiah. (Sky)