Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Gunakan Moda Transportasi Laut

Jakarta, relawan.id – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat 556.727 pemudik yang menyebrang dari Jawa menuju Sumatera sejak H-7 sampai H-3 lebaran 2019. Angka itu sudah 69,4 persen dari total 803 ribu pemudik pada periode lebaran tahun lalu.

Oleh karena itu, trend arus mudik yang menyebrang dari Jawa menuju Sumatera lebaran tahun ini mengalami peningkatan dari pada tahun lalu, hal ini tidak terlepas dari mahalnya tiket pesawat yang membuat masyarakat mencari moda transfortasi alternatif.

“Mahalnya harga tiket pesawat mendorong masyarakat untuk menggunakan moda transportasi penyeberangan. Lebaran tahun ini, pengguna jasa juga mulai mengatur dengan baik jadwal keberangkatan di waktu awal sehingga puncak arus mudik lebih merata,” kata Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, Senin (3/6/2019).

Dia memperkirakan trafik kendaraan roda dua dan roda empat yang akan melintasi Pelabuhan Merak dalam beberapa hari ke depan masih ramai. Kendati demikian, arus mudik kali ini cenderung masih berjalan aman dan terkendali.

“Libur cuti bersama di periode mudik yang relatif lama membuat arus berangkat lebih terdistributif. Hingga H-3, layanan arus mudik penyeberangan Merak-Bakauheni berjalan normal dan terkendali,” katanya.

Di sisi lain, kata Ira, para pemudik yang menyeberang dari Sumatera ke Jawa dari Pelabuhan Bakauheni mulai H-7 hingga H-4 tercatat sebanyak 197.549 orang. Angka itu sudah 68,4 persen dari total 288.875 orang pada periode mudik tahun lalu.

Karena itu, pihaknya mengimbau seluruh pengguna jasa penyebrangan untuk mempersiapkan dengan jadwal perjalanan mudiknya. Termasuk menjaga stamina kesehatan tubuh, kendaraan dan persiapan lainnya.

“Bagi pemudik ferry dapat memanfaatkan pembelian tiket secara online serta pembayaran tiket dengan kartu elektronik. Siapkan e-Ktp dan saldo cukup kartu elektronik sehingga tidak ada hambatan berarti saat proses pembayaran,” terangnya.

Sementara itu, kata Ira, pemudik yang menyeberang dari Gilimanuk ke Ketapang sebanyak 238.416 orang. Jumlah arus pemudik di lintasan yang menghubungkan antara pulau Bali dan Jawa itu ditaksir telah mencapai 58 persen dari total penumpang 408.582 orang periode mudik tahun lalu.

“Arus mudik dari Gilimanuk ke Ketapang cenderung ramai. Khususnya roda dua dan roda empat. Namun, situasi operasional serta pelayanan di Pelabuhan Ketapang & Gilimanuk terpantau ramai lancar, aman dan terkendali,” pungkasnya. (Iql)