Manfaat Maaf-Maafan Bagi Kesehatan

Jakarta, relawan.id– Lebaran menjadi momen paling tepat untuk bermaaf-maafan. Tidak sedikit yang percaya jika setelah bermaaf-maafan di hari lebaran, hubungan kita dengan sanak saudara semakin lebih baik. Tapi ternyata, bermaafan-maafan tidak hanya bermanfaat untuk kebaikan sosial, namun juga untuk kesehatan.

Ada beberapa manfaat kesehatan yang bisa kita dapatkan dari tradisi maaf-maafan. Tentu manfaat ini bisa kita rasakan jika memang kita melakukan maaf-maafan dengan hati ikhlas dan penuh kesungguhan. Berikut khasiat saling memaafkan untuk kesehatan manusia.

Mengurangi resiko penyakit darah tinggi

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh California University, Amerika serikat melibatkan 200 responden untuk mengetahui keterkaitan antara memaafkan dengan resiko darah tinggi. Dari 200 responden, kemudian ia diperintahkan untuk mengingat apa yang membuatnya pernah tersinggung terhadap seseorang.

100 orang responden kemudian dituntut untuk mencari alasan untuk marah, sedangkan sisanya dituntut untuk memaafkan orang yang pernah membuatnya tersinggung. Hasilnya, orang yang berfikir untuk marah mengalami lonjakan tekanan darah yang sangat signifikaan. Sedangkan mereka yang pemaaf cenderung lebih stabil.

Menyehatkan Jantung

Saat seseorang menyimpan dendam, kinerja jantung akan terpacu lebih kencang dan menjadikan aliran darah mengalir lebih tidak stabil. Jika hal ini terus-terusan terjadi, maka jantung akan mengalami disfungsi serius. Namun jika kita sudah saling memaafkan, kondisi jantung akan semakin membaik tanpa beban. Inilah kenapa kita akan merasakan lebih lega setelah saling maaf-maafan.

Menghilangkan rasa nyeri

Ada hubungan yang nyata antara rasa nyeri pada punggung dengan kesadaran untuk memaafkan. Hal ini sebagaimana hasil penelitian yang dilakukan oleh Duce University Medical Centre, Amerika di tahun 2008 yang lalu. Pada penelitian tersebut, tim ahli menemukan fakta jika saat memaafkan, penderita nyeri punggung mengalami kondisi yang lebih membaik. Hal tersebut berkaitan dengan rasa tegang otot saat memiliki dendam terhadap seseorang.

Menurunkan berat badan dan mengurangi resiko obesitas

Dua hormon yang bertanggungjawab atas pola nafsu makan ialah hormon kortisol dan gherelin. Kabar buruknya, dua hormon tersebut sangat dipengaruhi oleh kondisi pikiran dan psikologi kamu. Saat kamu sedang stres atau depresi akibat membenci seseorang, biasanya nafsu makan kamu akan naik seiring naiknya hormon kortisol dan gherelin.

Meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh

Sebuah penelitian membuktikan jika seseorang yang menyimpan dendam dan amarah memiliki daya tahan tubuh yang lebih rentan dibandingkan mereka yang hidup tanpa dendam. Hal ini tentu sangat erat kaitannya dengan tingkat depresi seseorang, sebab semakin banyak kita menyimpan dendam maka semakin tinggi kecenderungan depresi, akibatnya daya tahan tubuh mengalami penurunan.