Pindahkan Kedubes ke Yerusalem, Palestina Kecam Presiden Moldova

Jakarta, relawan.id – Palestina mengecam keputusan Presiden Moldova Pavel Filip untuk memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

“Keputusan itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional, legitimasi internasional dan resolusi PBB,” kata kementerian luar negeri Palestina dalam sebuah pernyataan, Rabu (12/6/2019).

Diketahui, keputusan Moldova datang setelah krisis politik di negara Eropa Timur, yang pada hari Minggu melihat pengadilan tinggi mencabut kekuasaan Presiden Igor Dodon dan menunjuk mantan Perdana Menteri Filipina sebagai presiden sementara.

Dia kemudian dengan cepat membubarkan parlemen negara itu dan menyerukan pemilihan cepat yang akan diadakan pada bulan September. Sambil mengumumkan langkah kedutaan, Filip mengatakan keputusan itu adalah komitmen lama yang tertunda untuk mendukung sekutu mereka.

Kementerian luar negeri Palestina mengatakan Filip mengambil keuntungan dari ketidakpastian politik di negaranya untuk mendapatkan dukungan dari AS dan Israel.

Hanan Ashrawi, anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), meminta Uni Eropa untuk segera mengambil tindakan terhadap Moldova karena mengabaikan konsensus Uni Eropa tentang konflik Timur Tengah.

“Uni Eropa harus menghentikan integrasi politik dan ekonomi Moldova sampai yang terakhir mencabut tindakan ilegal dan provokatifnya dan menyelaraskan kembali kebijakannya dengan hukum internasional dan posisi Uni Eropa kolektif mengenai masalah Palestina,” katanya seperti dilansir Al-Jazeera, Kamis (13/6/2019).

Hingga kini, Yerusalem tetap menjadi jantung dari konflik Israel-Palestina. Israel menduduki Yerusalem Timur pada tahun 1967 dan kemudian mencaplok wilayah itu, sebuah langkah yang tidak diakui oleh masyarakat internasional.

Palestina menginginkan Yerusalem Timur sebagai ibukota negara masa depan, sementara Israel mengklaim kota itu sebagai ibukotanya. Israel telah berusaha meyakinkan negara-negara untuk mentransfer misi mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Sejauh ini, AS dan Guatemala telah memindahkan kedutaan mereka. Moldova akan menjadi negara Eropa pertama yang memindahkan kedutaan besarnya ke Yerusalem jika melakukan tindakan serupa.