Banjir Samarinda, Luapan Sungai Karang Mumus Diduga Jadi Penyebabnya

Samarinda, relawan.id – Banjir yang melanda Samarinda, Kalimantan Timur berangsur mulai surut, tapi banjir masih merendam pemukiman warga hingga sepekan ini.  

Penyebab terjadinya banjir pun, tengah di analisa oleh beberapa instansi gabungan, Dansatgas Posko Induk Penanganan Banjir Samarinda, Letkol Inf M Bahrodin menyebut Luapan Sungai Karang Mumus (SKM) ini disebabkan naiknya debit Bendungan Benanga usai guyuran hujan deras Minggu (9/6) dini hari.

Kawasan terparah akibat banjir berada di kelurahan Bengkuring, Gunung Lingai, Sungai Pinang Dalam, Temindung Permai, dan Sidodadi dengan ketinggian air lebih 1 meter.

“Tanggal 9 Juni itu, ketinggian air cukup dan cukup parah. Bahkan merendam akses jalan menuju ke bandara (Bandara APT Pranoto) Samarinda,” katanya di hadapan Pangdam VI Mulawarman Mayjend TNI Subiyanto dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Priyo Widyanto, di posko induk Jalan DI Panjaitan, Samarinda, Jumat (14/6/2019).

Dalam analisa tim gabungan, permukiman penduduk di bantaran SKM, memang terendam banjir paling parah. “Jadi hasil evaluasi, banjir disebabkan pendangkalan SKM dan penyempitan bantaran sungai yang jadi perumahan penduduk,” ujar Bahrodin.

Bahrodin mengapresiasi, keterlibatan semua pihak, hingga relawan kebencanaan di Samarinda, baik di Samarinda maupun bantuan dari kota Balikpapan.

“Perlu ada perlengkapan penanggulangan banjir misal hingga kelurahan rawan banjir. Secara keseluruhan, meski dengan keterbatasan, giat tanggap darurat berjalan lancar,” tutupnya.

Diketahui, banjir merendam ribuan rumah di Samarinda, Kalimantan Timur. Pemkot menetapkan masa tanggap darurat bencana banjir selama sepekan 8-14 Juni 2019 dan diperpanjang hingga 21 Juni 2019, lantaran banjir masih merendam sebagian besar permukiman. Tidak kurang 56 ribu jiwa di 13 kelurahan jadi korban terdampak banjir.