Terputus Akibat Banjir, Pemerintah Terus Upayakan Pulihkan Akses Jalan di Sulawesi Tenggara

Jakarta, relawan.id – Banjir yang melanda Sulawesi Tenggara menjadi perhatian pemerintah, pasalnya banjir tersebut menyebabkan jalan penghubung Konawe Utara Sulawesi Tenggara menuju Kabupaten Morowali Sulawesi Tengah terputus.

Maka dari itu, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus berupaya memulihkan akses jalan penghubung yang sempat terputus akibat banjir di Sulawesi Tenggara.

Pihaknya juga mengaku, akses jalan dari Kabupaten Konawe Utara di Sulawesi Tenggara menuju Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah sudah bisa kembali dilalui pada Senin (17/6/2019) setelah perbaikan sementara Jembatan Asera yang berada di Kecamatan Asera Konawe Utara selesai dikerjakan oleh Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari, Sulawesi Tenggara.

“Perbaikan dilakukan dengan memasang jembatan Bailey sepanjang 30 meter. Kapasitas beban maksimal jembatan bailey tersebut yakni 8 ton dan kini bisa dilewati empat unit kendaraan roda empat satu arah secara bergantian,” kata Kepala BPJN XXI Kendari, Yohanis Tulak Todingrara, Rabu (19/6/2019).

Jembatan lainnya yang sudah diperbaiki yakni jembatan Rahabangga di Desa Uepai, Kabupaten Konawe.

Sebelumnya banjir mengakibatkan tergerusnya oprit jembatan, sehingga mengakibatkan terputusnya jalur lalu lintas antara Kabupaten Konawe dan Kabupaten Kolaka Timur (Jalan Trans Sulawesi Tenggara menuju Sulawesi Selatan).

Sedangkan Jembatan Woimendaa sepanjang 50,2 meter di Kabupaten Kolaka saat ini masih diperbaiki. Oprit dan abutment Jembatan Woimendaa tergerus debris banjir.

Sejak saat itu, alat berat sudah didatangkan untuk menimbun oprit dan melakukan perbaikan abutment.

Selain itu dilakukan pula penimbunan turap dari batang pohon kelapa yang telah terpasang menggunakan Tasirtu untuk melindungi oprit Jembatan Woimendaa dan normalisasi daerah aliran sungai.

Adapun kondisi Jembatan Baeni II di ruas Wawatobi (Bts. Unaaha)-Pohara yang sebelumnya tidak bisa dilalui akibat genangan air, kini sudah mulai surut dan sudah bisa dilalui kendaraan.

Tak hanya jembatan, perbaikan juga terus dilakukan di beberpa ruas jalan yang rusak karena tertutup longsor seperti di ruas jalan Asera-Andowia (KM 120) dan Rate-rate ke Kolaka di KM 122.

“Masih tersisa beberapa titik atau lokasi ruas jalan yang masih tergenang air baik di Ruas Kendari-Bts Sulteng (2 titik banjir banjir),” uja Yohanis.

Ruas lain yang masih tergenang adalah Kendari-Kolaka yakni sebanyak 3 titik banjir. Di ruas jalan tini, sudah dioperasikan secara fungsional.

“Saat ini tim Balai PJN XXI Kendari tetap melanjutkan pekerjaan tanggap darurat, pembersihan longsoran dan endapan, inventarisasi kerusakan dampak Bencana Banjir,” ucap Yohanis.

Selain itu, Kementerian PUPR juga telah melakukan mobilisasi rangka Jembatan Bailey yang ada gudang peralatan di Citeureup, Bogor untuk dikirimkan ke Sultra.