10 Desa di Banyumas Mulai Alami Krisis Air Bersih

Banyumas, relawan.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menginformasikan hingga saat ini 10 desa di wilayah setempat mulai mengalami krisis air bersih.

“Berdasarkan data terbaru yang masuk pada Selasa (25/6/2019) sudah ada 10 desa yang mulai mengalami krisis air bersih menyusul penurunan curah hujan di wilayah Banyumas,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Ariono Poerwanto, Kamis (27/6/2019).

Sebanyak 10 desa tersebut, adalah Desa Banjarparakan Kecamatan Rawalo, Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh, Desa Karanganyar Kecamatan Patikraja, Desa Kediri Kecamatan Karanglewas, Desa Srowot Kecamatan Kalibagor, Desa Pekuncen Kecamatan Jatilawang, Desa Tamansari Kecamatan Karanglewas, dan Desa Karangtalun Kidul Kecamatan Purwojati.

“Yang terbaru, yang baru masuk datanya adalah Desa Tipar Kecamatan Rawalo dan Desa Jatisaba Kecamatan Cilongok,” katanya.

Dia mengatakan pagi ini dilakukan pengiriman air bersih ke Desa Nusadadi. “Sebelumnya sudah pernah dikirim ke Nusadadi, namun pagi ini akan dikirim lagi langsung dua tangki karena berdasarkan survei sudah sangat diperlukan,” jelasnya.

BPBD juga sudah mendistribusikan air ke desa lainnya yang mengalami krisis air bersih. “Kami sudah mendistribusikan air bersih ke seluruh wilayah kecuali ke Desa Tipar dan Desa Jatisaba karena datanya baru masuk, namun akan segera kami distribusikan air bersih ke lokasi tersebut,” tambahnya.

Ariono terus melakukan pemantauan terhadap lokasi-lokasi yang berpotensi mengalami kekeringan akibat musim kemarau tahun ini. BPBD menyiagakan 1.000 tangki air bersih guna mengantisipasi krisis air bersih sebagai dampak musim kemarau.

Berdasarkan data yang dihimpun BPBD Banyumas, pada 2018 ada sejumlah kecamatan di kabupaten itu yang mengalami kekeringan. Sejumlah kecamatan tersebut, antara lain Sumpiuh, Banyumas, Somagede, Kalibagor, Cilongok, Purwojati, Kebasen, dan Karanglewas.