Pasca Banjir Samarinda, MRI dan Wardah Salurkan Bantuan Paket Kebersihan

Samarinda, relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Kaltim dan Wardah bekerjasama dalam menyalurkan bantuan paket kebersihan (personal hygiene) kepada warga terdampak banjir Samarinda, Kalimantan Timur.

Bantuan itu dibagikan di daerah yang cukup parah, tepatnya di Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Kapih, Samarinda. Bantuan tersebut dibagikan kepada kurang lebih 200 Kartu Keluarga.

Program ini bertujuan untuk mengantisipasi adanya potensi sumber bakteri/kuman penyebab penyakit pasca banjir. Hal ini berdasarkan hasil assessment MRI Kaltim dan koordinasi dengan pihak aparat desa.

“Alhamdulillah paket terdistribusi dengan baik melalui koordinasi dengan aparat desa setempat, walaupun banjir sudah surut, intensitas hujan masih sering turun sehingga menyebabkan genangan air di beberapa titik,” ujar Ketua MRI-ACT Kaltim Nuraini, Rabu (3/7/2019).

“Paket yang dibagikan berupa ember, sabun cair, shampoo,  sikat gigi, pasta gigi, sikat cuci, detergen, dan pembersih lantai, sehingga diharapkan bisa digunakan masyarakat untuk bersih-bersih pasca banjir,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Lurah Gunung Lingai, Ida mengaku sejak mulai banjir hingga pascabanjir pihaknya rutin mengunjungi rumah-rumah warga untuk melihat kondisi kesehatan warga.

‚ÄúSejak mulai banjir hingga pascabanjir kami rutin home visit untuk kroscek warga. Ternyata hampir 50 kasus mengidap diare, beberapa kasus DBD, kebanyakan gejala DB dan thypus (trombosit turun) hingga harus dirujuk ke rumah sakit,” ujar Ida, Sekertaris Lurah Kelurahan Gunung Lingai.

“Jadi, program personal hygiene ini sejalan dengan upaya pencegahan potensi penyebaran penyakit pascabanjir dengan terus menjaga kebersihan mulai dari lingkungan sekitar dan diri sendiri,” lanjut Ida.

Letak geografis Kelurahan Gunung Lingai ini memang tepat berada di antara lereng gunung dan bantaran sungai, sehingga tiap kali hujan turun akan begitu mudah kita jumpai genangan air di beberapa titik.

Berbeda dengan Jawa yang saat ini mulai memasuki musim kemarau panjang, menurut laporan BMKG pada 4 Juli 2019, prakiraan cuaca Samarinda sampai beberapa hari ke depan akan diakhiri hujan tiap sore hingga malam harinya.

Tak heran, jika Kelurahan Gunung Lingai dengan 23 RT ini cukup parah terdampak banjir jika hujan tiba karena efek meluapnya sungai dan tingginya curah air yang mengalir dari gunung.