UAS Hadiri Halal Bi Halal MRI-ACT Sergai

Sergai, relawan.id– Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT), mengadakan halal bihalal bersama beberapa lembaga kepemudaan Sergai dengan tema ” Membangun Kebersamaan pemuda untuk kemanusiaan yang menginspirasi ” bertempat di Desa Cempedak Lobang dusun II Kecamatan Sei Rampah Kabupaten Serdang Bedagai, Kamis (4/7/2019).

MRI-ACT mengharapkan, dalam sinergi ini makin banyak elemen masyarakat dapat tergerak untuk membantu sesama yang dirundung bencana, baik dalam lingkup lokal, nasional, maupun global.

Ketua MRI-ACT Sergai Ridwansyah mengatakan, kolaborasi berbagai pihak menjadi salah satu cara penting meredam krisis kemanusiaan.

“Sinergi antarkomunitas atau lembaga adalah hal yang sangat dibutuhkan untuk penyelesaian masalah kemanusiaan. Makin banyak yang bergerak tentu masalah kemanusiaan akan bisa lebih cepat diatasi,” ungkap Ridwan, Jumat (5/7/2019).

Ridwan berharap, semoga kegiatannya ini terus ada di tahun berikutnya demi meningkatkan silaturahim antara pengurus dan para relawan kemanusiaan untuk terciptanya kekokohan dalam membantu masalah kemanusiaan yang ada di Serdang Bedagai.

Dalam kegiatan itu, turut hadir  Ustadz Abdul Salim, S.Pd yang sering di sapa (UAS) untuk mengisi tausiah. Dalam penyampaian nya, ia mengatakan, halal bi halal sudah menjadi tradisi di Indonesia. “Walaupun kata halal bi halal merupakan kata dari Bahasa Arab, namun orang Arab tidak akan mengerti maknanya karena halal bi halal ini hanya ada di Indonesia dan merupakan kreasi sendiri orang Indonesia,” katanya.

Makna halal bi halal bertujuan untuk menciptakan keharmonisan antar sesama manusia. Jadi walaupun merupakan kata kreasi tersendiri dari orang Indonesia, hakikat halal bi halal adalah hakikat ajaran Al-Quran.

Makna halal bi halal selanjutnya dapat ditinjau secara Qurani atau menurut Al-Quran. Al-Quran menuntut halal yang baik dan menyenangkan. Jadi seluruh umat muslim dituntut untuk melaksanakan aktivitas yang baik dan menyenangkan bagi semua orang yang terlibat.

Bahkan Al-Quran, kata dia, tidak hanya menuntut seseorang untuk memaafkan orang lain, namun juga berbuat baik terhadap orang yang melakukan kesalahan kepadanya. Oleh karena itu, makna halal bi halal yang sebenarnya adalah menyambungkan hubungan yang putus, mewujudkan keharmonisan dari sebuah konflik, serta berbuat baik secara berkelanjutan.

“Jadi halal bi halal tidak hanya sekedar saling memaafkan saja, namun juga menciptakan kondisi persatuan. Halal bi halal bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tapi juga merupakan tradisi kemanusiaan dan kebangsaan yang baik,” paparnya.