BMKG Sebut Puncak Musim Kemarau di Jakarta Sampai September

Jakarta, relawan.id – Kepala Staf Sub Bidang Analisis Informasi Iklim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Adi Ripaldi mengatakan puncak musim kemarau di Jakarta bakal terjadi sekitar Agustus-September 2019 mendatang.

Maka dari itu, sejumlah wilayah di Jakarta terancam kekeringan. Mengatasi hal itu, Pemprov DKI Jakarta menyiagakan pasokan air bersih.

BMKG, memperkirakan wilayah Rorotan dan dan Rawa Badak bakal menjadi dua wilayah yang rawan kekeringan.

Menurutnya, puncak musim kemarau di DKI Jakarta diperkirakan terjadi hingga September 2019. Kondisi ini berpotensi terjadinya kemarau ekstrem.

“Periode kemarau tahun ini diprediksi lebih kering, melihat puncaknya terjadi Agustus-September, masih sangat berpeluang ekstrem,” katanya Jumat, (5/7/2019).

Dijelaskan, biasanya awal musim kemarau dimulai April, tetapi tahun ini dimulai akhir Mei dan Juni. Keterlambatan ini terjadi karena pengaruh perubahan putar balik arah angin barat pada musim hujan dan angin timur pada musim kemarau.

Ripaldi menyebutkan, wilayah DKI Jakarta pernah mengalami kemarau ekstrem pada tahun 2015. Kategori ekstrem terjadi apabila hujan tidak turun selama lebih dari 60 hari.

“Tahun 2015 lalu pernah 90 hari tanpa hujan,” katanya.

BMKG akan terus memantau hari tanpa hujan di seluruh wilayah DKI Jakarta menggunakan alat penakar hujan yang tersebar di setiap kecamatan. Total ada 6.607 alat penakar hujan yang berfungsi mengukur hujan setiap harinya di wilayah DKI Jakarta.

Sementara itu, mengantisipasi kekeringan dan kelangkaan air bersih, Pemrov DKI Jakarta menyiapkan pasokan air bersih untuk wilayah yang terancam kekeringan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta
Subejo, mengaku sudah berkoordinasi dengan PDAM Jaya untuk persediaan air. Menurut dia, tanki air bersih dengan kapasitas 2.500 liter, 4.000 liter, dan 10.000 liter sudah bisa diterjunkan apabila terdapat laporan warga yang kekurangan air bersih.

“Kami akan pasok air bersih dengan berkoordinasi juga dengan PDAM untuk mengantisipasi kekurangan air bersih,” ungkapnya.

Ia mengimbau warga untuk bijak dalam memanfaatkan penggunaan air bersih saat musim kemarau ini. “Kami imbau agar masyarakat gunakan air dengan bijak dan seperlunya. Hemat air saat musim kemarau ini,” ujarnya.

Sejauh ini, belum ada permintaan dari warga yang kekurangan air bersih karena kekeringan. “Tapi kita tetap siagakan jangan sampai warga kekurangan air bersih,” katanya.