Akibat Tersapu Longsor, 4.500 Pengungsi Rohingya Kehilangan Tempat Berlindung

Jakarta, relawan.id – Lebih dari 4.500 pengungsi Rohingya kehilangan tempat berlindung setelah kamp penampungan mereka di Bangladesh tersapu longsor selama akhir pekan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa melaporkan bahwa longsor mulai terjadi pada Sabtu (6/7/2019) pagi, setelah hujan lebat setebal 35 sentimeter tak henti mengguyur wilayah kamp Cox’s Bazar selama 72 jam.

Badan urusan pengungsi PBB, UNHCR, menyatakan bahwa sejak saat itu, setidaknya tercatat 26 longsor di kawasan kamp yang menampung lebih dari 900 ribu pengungsi Rohingya tersebut.

Seorang pejabat UNHCR, Areez Rahman, mengatakan kepada AFP bahwa longsor tersebut menghancurkan setidaknya 30 kamp dan menewaskan satu perempuan berusia 50 tahun.

Kini, hanya ada beberapa kamp yang kondisinya masih memadai untuk menampung pengungsi, salah satunya Kutupalong.

Salah satu pengungsi di Kamp Kutupalong, Nur Mohammad, mengatakan bahwa 12 kerabatnya sudah meninggalkan tenda yang terkena longsor dan berlindung di tempatnya bernaung.

“Rumah saya sudah terlalu penuh. Saya khawatir bagaimana saya bisa memberi makan semua orang ini,” ujar Mohammad.

Senada dengan Nur, pemimpin Kamp Kutupalong, Dil Mohammad, juga mengaku khawatir akan nasib para pengungsi tersebut.

“Anak-anak menderita diare dan kami tidak punya air minum yang cukup,” tutur Dil.

Namun, mereka tak dapat menolak karena kini sudah ada 5.000 orang Rohingya yang hidup terkatung-katung tanpa tempat tinggal di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.

Para pengungsi tersebut kabur untuk menghindari persekusi di Myanmar selama beberapa tahun belakangan ini.

Sejak kekerasan militer di negara bagian Rakhine memanas pada 2017 lalu, sekitar 740 ribu orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh, menyusul 200 ribu orang yang sudah kabur ke negara tersebut sebelumnya.