Perjalanan Cupink Topan, Imam Gimbal Bersuara Merdu

Jakarta, relawan.id – Kita pasti sering mendengar istilah “jangan menilai sebuah buku hanya dari sampulnya”. Bukan cuma isapan jempol belaka, tapi hal ini memang benar adanya. Karena seringkali hal yang terlihat dari luar belum tentu mencirikan apa yang sebenarnya ada di dalam. Apa yang terlihat bagus dari luar belum tentu juga bagus di dalamnya, begitupun sebaliknya. Belum tentu yang terlihat buruk dari luar juga mengisyaratkan keburukan di dalamnya.

Seperti cerita salah satu artis tanah air yang satu ini. Meski penampilan luarnya terlihat ‘preman’ dan urakan, siapa sangka ia menjadi sosok yang berbeda saat menjadi imam shalat, dia mampu melantunkan ayat suci Al-Quran dengan begitu merdu dan tartil.

Sofyan Alop atau lebih dikenal dengan nama panggung Cupink Topan merupakan salah satu aktor laga tanah air sebenarnya telah memulai kariernya sejak 10 tahun lalu. Namun namanya mulai dikenal oleh publik sejak ikut serta dalam film laga berjudul “The Raid Redemption” (2011). Lantas seperti apa perjalanan karier pria yang akrab dengan sebutan Cupink Topan itu?

Setelah menamatkan sekolahnya di SMK Tidore jurusan Akuntansi, Cupink Topan melanjutkan pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan. Niatnya diawal kuliah, Ia ingin mengambil jurusan Ekonomi Islam. Namun, dia justru terdampar di Pendidikan Bahasa Arab (PBA).

“Saya bisa mengukur kemampuan saya sendiri. Semester V, tiap kali presentasi kami harus menggunakan bahasa Arab. Jujur, saya kewalahan. Akhirnya saya berniat pindah fakultas,” katanya.

Jalan tidak begitu mulus bagi pendidikan Cupink Topan. Proses pengurusan pindah fakultas yang ribet membuatnya memutuskan berhenti kuliah pada 2006 silam. Meski demikian, pengalamannya bermain teater saat masih berstatus mahasiswa menjadi pelajaran yang berharga baginya. Pentas teater berjudul Kertas Kosong yang digagas oleh Himpunan Pelajar Indonesia Nuku Makassar (HIPMIN) itu menjadi awal perkenalannya dengan dunia peran.

“Di sanalah saya pertama belajar teknik olah pernapasan, olah vokal, intonasi, aksi, reaksi, improvisasi, juga artikulasi,” jelasnya.

Setelah itu, Cupink Topan memantapkan pilihannya pada seni peran. Meski demikian, cowok pria asal Tidore itu tidak pernah menyangka akan menginjakkan kaki di dunia peran.

Sebagai anak daerah, bayangan awalnya ketika merantau ke kota besar hanyalah mendapatkan ijazah untuk bekerja. Tapi nasib berkata lain. Pada awal 2006, ia mengawali babak baru kehidupannya. Ia hijrah ke Jakarta. “Waktu di Jakarta tidak ada satu pun teman yang saya tahu. Saya ke sini cuma nebeng doang dan modalnya berani,” kata pria kelahiran 9 Desember 1982 ini.

Ketika mengadu peruntungan di Jakarta, Topan terjun ke jagat seni peran. Misalnya, ia pernah bermain dalam film laga yang booming pada 2011, the Raid Redemption. “Pada akhirnya berakting dan menjadi aktor adalah passion saya,” imbuhnya.

Sambil terus menekuni seni peran, Topan tak pernah lupa belajar agar dapat membaca Al-Quran lebih baik lagi. Ia pun belajar melalui Youtube dengan referensi beberapa qari internasional di antaranya Syekh Abdul Rahman al-Sudais.

Rupanya, Al-Quran membawa berkah buat dirinya. Berkat ayat-ayat Al-Quran yang dilantunkannya, nama Topan meroket tajam. Bukan karena menang lomba qiraah, tapi lantaran video di dunia maya yang menayangkan Topan sedang mengimami shalat di mushala Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.