Sepanjang 2019, 2.800 Warga Palestina Ditahan Israel

Tepi Barat, relawan.id – Sekitar 2.800 warga Palestina ditahan Israel sepanjang 2019. Mereka ditangkap oleh pasukan Israel di Tepi Barat maupun Jalur Gaza.

Data itu dirangkum kantor berita Anadolu dari tiga lembaga swadaya masyarakat (LSM) Palestina, yakni Commission of Detainees and Ex-Detainees, Palestinian Prisoner Society, dan Prisoner Support and Human Rights Association, Senin (15/7/2019).

Namun sebagian dari jumlah tersebut sudah dibebaskan. Mereka ditangkap karena berbagai alasan, seperti dituduh menyerang pasukan dan pemukim Yahudi.

Menurut LSM, dari jumlah tersebut, 446 di antaranya merupakan anak di bawah umur dan 76 perempuan. Dari total tersebut, sebanyak 220 anak dan 43 perempuan masih berada di tahanan Israel.

Dengan demikian maka jumlah total warga Palestina yang ditahan di penjara Israel dihitung dari tahun-tahun sebelumnya mencapai 5.500 orang.

Dari jumlah itu, 500 di antaranya dikurung di bawah kebijakan baru Israel yakni tahanan administratif. Artinya, Israel berhak memperbarui atau memperpanjang masa tahanan mereka selama 6 bulan tanpa proses penyelidikan atau pengadilan.

Kebijakan penahanan administratif pertama kali dibuat pasukan Inggris saat menjajah Palestina pada 1923-1948.