MRI Jember Lakukan Assessment ke Beberapa Wilayah Terdampak Gempa

Jakarta, relawan.id – Gempa bermagnitudo 6 yang mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Bali-Nusa Tenggara, pukul 07.18 WIB, Selasa, (16/7/2019) berdampak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah bangunan termasuk masjid ikut rusak.

Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Jember saat ini tengah melakukan assessment ke Dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Berdasarkan laporan MRI Jember, sekitar 69 rumah rusak ringan di Desa Sarongan, dampak dari gempa.

“Langkah yang dilakukan tim rescue adalah, bertemu dengan ketua destana desa sarongan yang bernama Afan, kita juga mendata bangunan yang rusak, sekitar 69 rumah rusak ringan, satu sekolah rusak sedang, satu masjid rusak berat dan 700 jiwa yang terdampak,” ungkap salah satu relawan MRI Jember, Rabu (17/7/2019).

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banyuwangi saat ini tengah mendata rumah dan bangunan yang terdampak gempa dengan episentrum pada koordinat 9,08 Lintang Selatan dan 114,55 Bujur Timur itu. Pusat gempa tepatnya berlokasi di laut pada jarak 80 kilometer arah selatan Kota Negara, Kabupaten Jembrana, Bali, pada kedalaman 104 km.

BPBD Banyuwangi, menyebutkan atap teras Masjid Nurul Iman di dusun Rajegwesi, Desa Sarongan, roboh. Selain itu, dinding Kantor Balai Penyuluhan KB Kecamatan Gambiran retak.

Kemudian, sebagian atap rumah yang dalam proses pembangunan di Dusun Krajan Baru, Desa Wonosobo, Kecamaran Srono, jatuh dan menimpa pemilik rumah. Akibatnya, si empunya rumah, Painem, harus menjalani perawatan di Puskesmas Wonosobo.

Selain itu, atap genteng sejumlah bangunan di tiga kecamatan yakni Blimbingsari, Tegaldlimo dan Pesanggaran dikabarkan melorot atau bergeser ke bawah. Bangunan itu berupa masjid di Blimbingsari, sebuah rumah di Tegaldlimo dan Pos Linmas di Pesanggaran.