Kekeringan di Gresik, Warga Manfaatkan Air Waduk untuk Mandi dan Masak

Gresik, relawan.id – Kekeringan yang terjadi  di puluhan desa di Kecamatan Banjeng dan Cerme, Kabupaten Gresik, membuat warga terpaksa memanfaatkan telaga (waduk) untuk memenuhi kebutuhan mandi dan masak, karena sumur di rumah mereka mulai mengering.

Krisis air bersih telah berlangsung selama dua bulan terakhir. Kondisi ini menyebabkan warga harus berburu air bersih di telaga, dengan membawa gerobak berisi jeriken air.

“Soalnya kondisi sumur sudah kering,” kata seorang warga, Bejo, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Jatim, Kamis (25/7/2019).

Sebagian warga mengaku, selain kering air sumur mereka juga mulai terasa asin, sehingga mereka tak berani mengambil sumber mata air di sana sementara waktu.

Beberapa warga lain, kata dia, harus mengeluarkan biaya ekstra sekitar Rp200.000 per pekan untuk membeli air dari pedagang keliling.

“Tapi banyak juga yang memanfaatkan air telaga untuk mandi, memasak, mencuci, bahkan minum,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Gresik mencatat, sebanyak 62 desa tersebar di delapan kecamatan, rawan krisis air bersih. Di antaranya, Balung Panggang, Benjeng, Cerme, Menganti, Duduk Sampean, Kedamean, Bunga dan Sidayu.