Tak Banyak yang Tahu, Ternyata Kopi Sempat Diharamkan Loh!

Jakarta, relawan.id – Ketenaran kopi sebagai minuman penggerak semangat masyarakat urban di kota-kota besar, termasuk Jakarta makin menggeliat kencang.

Menelisik jauh ke belakang, tahukah Anda, suatu ketika dalam sejarah Islam, pernah ada masa di mana kopi dianggap sebagai sesuatu yang haram.

Namanya perdebatan perihal halal dan haram memang terus berlangsung di dunia Islam. Meskipun halal dapat dirujuk ke banyak hal, umumnya halal terkait dengan makanan dan minuman yang diizinkan untuk dikonsumsi.

Dibandingkan dengan makanan, minuman tidak selalu terbatas pada hukum Islam halal kecuali terkait dengan minuman beralkohol yang jelas dilarang.

Tahukah Anda jika kopi kesayangan Anda dulu pernah dianggap haram selama abad ke 15-16. Tepatnya pada masa pemerintahan Sultan Ottoman Murad IV. Ia disebut menganggap, kalau minum-minum kopi adalah kegiatan yang tidak bermoral.

Sang Sultan menyakini, kopi menimbulkan kerusakan sosial dan akhirnya, perselisihan di Istanbul, Turki. Dipandang sebagai masalah serius, Sultan Ottoman menyatakan, peminum kopi dapat dihukum mati.

Menurut beberapa catatan sejarah, Sultan Ottoman Murad IV bahkan menelusuri jalan-jalan ibu kota dengan menyamar untuk memenggal orang-orang yang tetap berani meminum kopi meski dilarang. Walau pada akhirnya diketahui ia bukan satu-satunya penguasa yang menindak tegas para peminum kopi.

Namun Sultan Ottoman Murad IV yang dianggap sebagai sosok yang paling vokal dan sukses dalam upayanya untuk melarang minuman kopi.

Kala itu, banyak imam dan cendekiawan Islam percaya bahwa kafein dalam minuman seperti kopi dan teh memiliki efek mengubah pikiran yang sebanding dengan zat narkotika. Selain itu, efek kafein dianggap dapat membuat ketagihan.

Namun untungnya, setelah diskusi lebih lanjut di antara tokoh-tokoh Islam, tidak ada bukti konklusif yang bisa membuktikan bahwa kopi atau kafein sebagai zat memabukkan. Berbeda dengan seperti obat-obatan dan alkohol, kafein dianggap sebagai stimulan ringan. Efek memabukkannya, disebut sangat tergantung pada masing-masing orang.

Maka dari itu, akhirnya sekitar 1542, Sultan Ottoman Selim I mengizinkan kembali bagi orang meminum kopi. Demikian seperti dilansir dari Halalzilla, Jumat (26/7/2019).