Gunung Tangkuban Parahu Erupsi, Ini Jenis Gas Vulkanik yang Berbahaya

Bandung, relawan.id – Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat mengalami erupsi. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVBMG) menyebut cuaca mendung dan hujan perlu mewaspadai karena terdapat gas-gas vulkanik yang berbahaya.

Apa saja sih gas yang mungkin keluar bersama erupsi gunung berapi?

Dikutip dari USGS, komposisi paling banyak dalam gas vulkanik adalah uap air yang tidak berbahaya. Namun beberapa gas lain yang berbahaya juga bisa ditemukan, mulai dari karbon dioksida hingga macam-macam gas beracun.

1. Karbon dioksida (CO2)

Normalnya, CO2 dalam konsentrasi rendah tidak membahayakan dan banyak ditemukan atmosfer. Namun di area sekitar gunung berapi, CO2 bisa terjebak di tempat rendah karena bobotnya yang lebih berat dari gas lainnya. Dalam konsentrasi tinggi, gas ini bisa memicu peningkatan denyut jantung dan bahkan kematian.

2. Sulfur dioksida (SO2)

Meski tidak berwarna, gas ini mudah dikenali dari baunya yang menyengat. SO2 bisa memicu iritasi kulit dan membran mukosa di mata, hidung, dan tenggorokan. Emisi SO2 juga bisa memicu hujan asam dan polusi udara di sekitar gunung berapi.

3. Hidrogen sulfida (H2S)

Pernah mencium bau kentut atau telur busuk? Aroma menyengat yang tercium berasal dari hidrogen sulfida atau H2S. Gas tersebut juga ditemukan dalam gas vulkanik.

4. Hidrogen halida

Saat magma naik ke permukaan, gas-gas hidrogen halida (HF, HCl, HBr) yang merupakan asam kuat dan beracun akan dilepaskan. Punya kelarutan tinggi, gas-gas ini bisa menyebabkan hujan asam. Pada erupsi yang menghasilkan abu, partikel debu juga kerap terlapisi hidrogen halida. Saat mengendap, bisa meracuni tanah dan sumber air.