Jelang Idul Adha, Mana yang Didahulukan Akikah atau Qurban?

Jakarta, relawan.id – Tak terasa Hari Raya Idul Adha sudah dekat. Umat Islam berlomba-lomba membeli sapi atau kambing untuk disembelih pada Idul Adha nanti. Amalan setiap hari raya Qurban ini dihukumi sunah. Pelaksanaannya yaitu dengan menyembelih seekor kambing untuk satu orang atau seekor sapi untuk tujuh orang.

Syariat kurban dilaksanakan mulai tanggal 10 hingga 13 Dzulhijah. Orang berqurban berhak atas sepertiga daging qurbannya dan sisanya dibagikan kepada orang lain. Terdapat pemahaman di masyarakat yang mengutamakan akikah dengan qurban. Bahkan sampai ada anggapan qurban tidak akan sah jika akikah belum dilaksanakan.

Lantas, mana yang harus didahulukan antara qurban dan akikah jika waktu yang terdekat adalah Idul Adha?

Perbedaan Qurban dengan Akikah

Terdapat persamaan antara akikah dengan kurban. Dua amalan ibadah ini sama-sama berhukum sunah, dan sama-sama menyembelih hewan. Perbedaannya terletak pada waktu pelaksanaannya. Qurban dilaksanakan dalam waktu terbatas yaitu pada bulan Dzulhijah saja, sedangkan akikah pada saat ada bayi lahir dan dianjurkan pada hari ketujuh.

Akikah merupakan hak seorang anak atas orangtuanya. Sehingga, anjuran ibadah ini sangat ditekankan kepada orangtua bayi dengan kelapangan rizki untuk sekadar berbagi kebahagiaan.

Para ulama memberikan kelonggaran pelaksanaan akikah yaitu ketika bayi berusia tujuh hari hingga sudah akil baligh. Apabila tidak ada rezeki yang cukup, orangtua bisa menunda akikah hingga anaknya baligh.

Apabila sudah baligh namun orangtua belum juga mampu, maka sunah akikah dibebankan kepada anaknya. Si anak bisa melakukan akikah sendiri.

Lebih Baik Qurban Dulu

Sementara terkait mana yang lebih dulu dilaksanakan antara kurban dan akikah saat Idul Adha, maka yang didahulukan adalah qurban. Ini mengingat waktu pelaksanaan kurban yang terbatas.

Sementara jika ingin melaksanakan keduanya dalam satu waktu, Syeikh An Nawawi Al Bantani dalam kitab Tausyikh menjelaskan hal itu tidak bisa dilakukan. Dia mengutip pendapat dari Ibnu Hajar.

” Ibnu Hajar berkata, ‘Seandainya ada seseorang menginginkan dengan satu kambing untuk qurban dan akikah, maka hal ini tidak cukup.”

Berbeda dengan pandangan Imam Ar Ramli yang membolehkan dua niat dalam satu amalan menyembelih hewan yaitu niat kurban dan akikah. Konsekuensinya terletak pada pembagian dagingnya.

Daging qurban lebih baik dibagikan dalam bentuk belum diolah atau masih mentah. Sementara akikah dibagikan dalam kondisi siap santap.

Oleh karena itu, Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak para dermawan turut membantu memberikan hewan kurban terbaik untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, agar saudara-saudara kita bisa merasakan indahnya hari raya Idul Adha dengan menyantap hewan kurban.

Tunggu apalagi para dermawan, yuk kirim kontribusimu ke Rekening BNI Syariah A.n. Yayasan Global Qurban 6600000197 atau langsung melalui tautan: bit.ly/DermawanBerqurban