Catat! Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Berqurban

Jakarta, relawan.id – Selain Idul Fitri, hari raya Idul Adha atau lebaran qurban merupakan momen yang ditunggu umat muslim. Tak hanya di Indonesia, tapi juga dunia. Menurut Ibnu Manzhur dalam karyanya berjudul Mu’jam Lisan al-‘Arab fi al-Lughah, kata qurban berasal dari bahasa Arab, “qariba – yaqrabu – qurban wa qurbana wa qirbana”, yang artinya dekat atau mendekatkan.

Lebaran qurban merupakan bentuk ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah yang Maha Kuasa agar mendapatkan keridhaan-Nya.

Sedangkan dampak pada ranah sosial, qurban bertujuan untuk menggembirakan kaum fakir pada hari raya Idul Adha. Karena itu, daging qurban hendaklah diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Namun, boleh menyisakan secukupnya untuk dikonsumsi keluarga yang berkurban.

Terkait pemilihan hewan, para ulama sepakat semua binatang ternak boleh dijadikan untuk berqurban. Hanya saja ada perbedaan pendapat mengenai mana yang lebih utama dari jenis-jenis hewan tersebut.

Imam Syafi’i mengatakan dua hewan yang paling utama dijadikan qurban adalah unta dan sapi, lalu kambing. Sedangkan Imam Malik berpendapat, hewan yang paling utama dijadikan qurban adalah kambing atau domba, kemudian sapi.

Meski demikian, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan menyoal kriteria-kriteria hewan qurban. Ciri-ciri tersebut diklasifikasikan sesuai dengan usia dan jenis hewan qurban seperti berikut.

Berikut Jenis dan Syarat Hewan Qurban yang Baik

1. Domba

Untuk pemilihan hewan harus mencapai usia minimal 1 tahun, atau boleh dijadikan qurban ketika telah berganti gigi (al-jadza’). Hal tersebut sesuai anjuran Nabi Muhammad Saw, seperti diriwayatkan Ibnu Majah dalam hadist yang mengatakan, “Sembelihlah domba yang jadza’, karena itu diperbolehkan.”

2. Kambing

Beberapa ulama sepakat bahwa kambing yang dijadikan untuk qurban harus mencapai usia minimal 2 tahun. Hal tersebut diterapkan agar daging kambing yang diqurban lebih banyak dibanding umur yang masih 1 tahun di bawah.

3. Sapi atau Kerbau

Untuk dua hewan ternak ini, beberapa ulama telah memutuskan bahwa batas minimal umur hewa itu adalah 2 tahun. Sebab pada usia tersebut baik sapi maupun kerbau telah menginjak masa remaja sehingga memiliki lebih banyak daging dan lemak.

4. Unta

Tak seperti domba, kambing, sapi atau kerbau, batas minimal umur unta justru jauh lebih lama, sekitar 5 tahun. Menurut sebagian ulama, umur hewan yang hidup di gurun pasir ini memiliki usia yang panjang dari binatang qurban lainnya. Masa muda unta juga lama. Karena itu, ulama memutuskan untuk mengurbankan unta ketika sudah berusia 5 tahun atau lebih.

Selain masalah umur, kondisi hewan yang dikurban juga mesti sehat, tidak cacat. Berdasarkan kata Nabi Muhammad Saw sebagaimana diriwayatkan al-Barra bin Azib, ada empat macam hewan yang tidak sah dijadikan hewan qurban. “(1) Matanya buta, (2) fisiknya jelas-jelas dalam keadaan sakit, (3) kakinya pincang, dan (4) badannya kurus tak berlemak.”

Meski demikian, ada beberapa cacat hewan yang tidak menghalangi sahnya ibadah qurban, yaitu hewan yang dikebiri dan hewan yang pecah tanduknya.

Adapun cacat hewan yang putus telinga atau ekornya, tetap tidak sah untuk dijadikan qurban. Hal tersebut dikarenakan cacat yang pertama tidak mengakibatkan dagingnya berkurang (cacat batin), sedangkan cacat yang kedua mengakibatkan dagingnya berkurang (cacat fisik).

Global Qurban Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengajak para dermawan turut membantu memberikan hewan qurban terbaik untuk saudara-saudara kita yang membutuhkan, agar saudara-saudara kita bisa merasakan indahnya hari raya Idul Adha dengan menyantap hewan qurban.

Tunggu apalagi para dermawan, yuk kirim kontribusimu ke Rekening BNI Syariah Atas Nama: Yayasan Global Qurban 6600000197 atau langsung melalui tautan: bit.ly/DermawanBerqurban