Kemenag Minta Rencanakan Haji Sejak Dini

Jakarta, relawan.id – Jamaah haji Indonesia telah seluruhnya berada di Tanah Suci. Lebih dari 212 ribu jamaah haji bertolak dari Indonesia dengan 529 kloter. Kini jamaah haji dari seluruh dunia telah terkonsentrasi di Makkah untuk menunggu proses wukuf.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri, Muhajirin Yanis mengimbau masyarakat untuk mendapatkan informasi lengkap tentang penyelenggaraan ibadah haji.

Saat ditanya tentang mekanisme pendaftaran haji, dia menguraikan dengan lugas soal prosedur pendaftaran haji sesuai dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 13 Tahun 2018.

“Sebagaimana diatur dalam PMA, masyarakat dapat mendaftar haji sejak usia 12 tahun,” terang Yanis, Rabu (7/8/2019).

Mantan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Gorontalo itu menerangkan bila masyarakat mendaftar haji di usia yang relatif lebih muda maka dapat mengurangi jumlah jemaah haji lanjut usia.

“Sebetulnya kami memiliki ajakan kepada masyarakat dengan slogan berhajilah selagi muda. Maksudnya supaya masyarakat dapat merencanakan ibadah haji mereka sejak dini,” tuturnya.

Dalam regulasi terbaru ibadah haji Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 dirinya menjelaskan bahwa terdapat ketentuan yang mengatur keberangkatan haji lanjut usia.

“UU terbaru mengamanatkan agar kami memberikan kuota khusus kepada jemaah haji lanjut usia yang berusia paling rendah 65 tahun,” kata dia menjelaskan.

Namun begitu, Yanis mengatakan bahwa pemberian kuota khusus bagi lansia baru dapat diimplementasikan mulai tahun 2020. Hal itu disebabkan karena UU Nomor 8 Tahun 2019 disyahkan setelah penetapan jamaah berhak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun ini.