Beberapa Daerah Alami Kekeringan, MRI Gelar Jelajah Kekeringan

Jakarta, relawan.id – Musim kemarau panjang membuat beberapa daerah di 28 provinsi Indonesia mengalami kekeringan parah, menanggapi hal itu, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) mengadakan jelajah kekeringan untuk meninjau beberapa daerah yang mengalami kekeringan paling ekstrim.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia terjadi mulai Juli sampai Oktober 2019. Sedangkan, hasil prakiraan curah hujan, menurut BMKG, sebanyak 64,94 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (di bawah 100 mm/bulan) pada bulan Agustus 2019.

Setelah Cirebon, kini tim jelajah kekeringan meninjau kekeringan di Boyolali, Jawa Tengah, tepatnya di Dusun Doplang, Kecamatan Juwangi. Menurut informasi daerah ini menyimpang potensi sumber daya alam yang cukup banyak salah satunya dengan adanya keberadaan hutan yang sangat membantu mata pencaharian masyarakat sekitar, selain itu warga juga bertanam jagung dan palawija.

“Akibat musim kemarau panjang menyebabkan kekeringan, dan warga pun terpaksa kehilangan hasil mata pencahariannya karena tak ada air,” ujar salah satu relawan MRI, Kenny, Rabu (21/8/2019).

Tak hanya itu, kondisi di daerah ini pun sangat gersang dan kering, suhu udara mencapai 30 derajat celcius, perkebunan yang menjadi mata pencaharian mati, sumur pun sebagai kebutuhan masyarakat turut kering, sehingga bantua air bersih akan membantu mengurangi beban mereka.

“Rumput yang berada di hutan ini pun terbakar karena kemarau panjang. Masjid yang biasa digunakan oleh warga terlihat tak digunakan, karena kondisi air disini kering, untuk berwudhu pun tak ada,” ungkapnya.