Banyak Petani Gagal Panen, MRI Tinjau Kekeringan di Banten

Banten, relawan.id – Sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengaku pasrah menghadapi kekeringan. Mereka tak bisa berbuat banyak serta khawatir bila terjadi gagal panen. Kekeringan ini adalah dampak musim kemarau panjang yang berlangsung sejak Juni lalu.

Hal itu diungkapkan salah satu warga sekitar kepada tim jelajah kekeringan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT), di Bojongleles, Lebak, Banten, Rabu (21/8/2019). Saat ini, petani di Lebak tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi kekeringan karena pasokan air yang mengaliri puluhan hektare sawah juga kekeringan.

“Satu-satunya pengairan itu dari sungai. Jika sungai mengering tentu tidak bisa dilakukan penyedotan air ke persawahan, petani terpaksa pasrah karena tanaman padi yang siap panen dipastikan gagal panen,” kata Humas MRI Pusat, Shofa Un Nida saat meninjau kekeringan di Lebak, Banten.

Tak hanya itu, tanaman padi di wilayah tersebut dalam kondisi tidak terawat akibat kekeringan, bahkan tanah di petak-petak sawah terlihat terbelah.

Sementara menurut warga, pihaknya mengaku pasrah, setelah melihat tanaman padi miliknya mengalami kekeringan akibat pasokan air mengering. Kekeringan ini, kata dia, tidak bisa dilakukan pompanisasi karena tak memiliki potensi sumber air. “Kami merasa bingung kekeringan ini menimbulkan gagal panen,” tuturnya.