Ini Dampak Kekeringan Bagi Kesehatan

Jakarta, relawan.id – Baru-baru ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menginformasikan adanya sejumlah wilayah di Indonesia yang mengalami kekeringan panjang hingga ekstrem. Kepala Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG memprediksi, tahun ini musim kemarau akan lebih kering dan terasa panas daripada tahun sebelumnya.

Sahabat relawan, akibat dari kekeringan ini akan menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan yang ditandai berbagai penyakit, berikut adalah enam masalah kesehatan yang terjadi saat musim kemarau, seperti dikutip dari situs resmi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), Kamis (22/8/2019).

Infeksi saluran pernapasan

CDC melaporkan, kemarau dapat mengurangi kualitas udara dan membahayakan kesehatan orang dengan kondisi tertentu. Selama kekeringan, tanah kering dan kebakaran hutan meningkatkan jumlah partikel udara dalam bentuk asap.

Diketahui partikel tersebut dapat mengiritasi saluran udara dan memperburuk penyakit pernafasan kronis, seperti asma, kualitas udara yang buruk juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang mengakibatkan pneumonia bakteri.

Nyeri dada

Kekeringan meningkatkan risiko orang mengalami infeksi coccidioidomycosis yang mengakibatkan infeksi jamur. Penyakit ini ditularkan ketika spora dalam tanah terkontaminasi dengan udara yang dihirup. Kondisi ini menyebabkan berbagai gejala, termasuk demam, nyeri dada, batuk, ruam, dan nyeri otot.

Penyakit menular

Saat musim kemarau seseorang mungkin jarang cuci tangan pakai sabun akibat hemat air. Hal ini dapat meningkatkan penyebaran penyakit menular, seperti pernapasan akut dan penyakit gastrointestinal.

Efek kesehatan mental

Mereka yang mata pencaharian secara langsung terkait dengan pasokan air, termasuk petani dan pemilik kebun dan mungkin menderita efek kesehatan mental yang merugikan selama musim kemarau. Mereka mengalami stres karena hasil kebunnya tidak menghasilkan produk yang bagus akibat kekeringan, yang akhirnya kondisi ekonomi mereka lemah.

Makanan tidak higienis

Selama musim kemarau tak sedikit petani menggunakan air daur ulang untuk mengairi sawah. Meskipun penggunaan cara itu diperbolehkan, tapi efek tanaman dapat terkontaminasi dengan patogen seperti salmonella dan E.coli.

Nyamuk penular penyakit

Peningkatan penyakit menular oleh serangga, seperti virus west nile dapat disebarkan oleh nyamuk. Kekeringan dapat mengurangi debit air yang membuat telur nyamuk berkembang biak. Akibatnya Anda mudah mengalami demam berdarah dan penyakit menular lainnya yang disebarkan oleh nyamuk.