Pesawat Israel Kembali Serang Gaza

Jakarta, relawan.id – Pesawat-pesawat tempur Israel melakukan serangan udara ke Jalur Gaza pada Kamis (22/8/2019) pagi waktu setempat. Hal itu dilakukan setelah adanya serangan roket dari wilayah yang diblokade tersebut.

Juru bicara Pasukan Pertahanan Israel Avichay Adraee mengatakan serangan udara terbaru menargetkan posisi Hamas di seluruh Gaza. “Serangan itu dilakukan sebagai respons atas roket yang diluncurkan dari Gaza pada Rabu malam,” kata dia, dikutip laman Anadolu Agency.

Menurut seorang saksi, salah satu target yang dibidik pesawat tempur Israel adalah sebuah situs yang berafiliasi dengan Brigade Ezzedine al-Qassam, sayap bersenjata Hamas. Tak ada laporan apakah serangan Israel menyebabkan adanya korban jiwa atau luka.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan serangan ke Jalur Gaza akan tetap dilakukan meskipun negaranya akan menggelar pemilu pada September mendatang. Hal itu dia sampaikan saat melakukan kunjungan selama dua hari ke Ukraina, Senin (19/8).

Netanyahu membantah kabar bahwa dirinya akan menahan diri dan tak melakukan serangan ke Gaza karena alasan pemilu. “Ini tidak benar. Setiap orang yang mengenal saya tahu bahwa pertimbangan saya adalah fakta dan nyata, bahwa saya bertindak dalam kerja sama penuh dengan pasukan keamanan, dengan ketegasan serta tanggung jawab,” ujar Netanyahu, dikutip laman Middle East Monitor.

Netanyahu menegaskan bahwa pemilu tidak akan menahannya untuk melancarkan serangan ke Gaza. “Jika diperlukan, kami akan memulai kampanye (serangan) besar, dengan atau tanpa pemilu,” kata dia.

Pada Mei lalu, kelompok Hamas dan Jihad Islam terlibat pertempuran dengan militer Israel. Peperangan itu disebut merupakan yang terburuk sejak konflik Gaza pada 2014 yang menyebabkan ribuan warga Palestina tewas.

Hamas dan Jihad Islam meluncurkan ratusan roket ke wilayah Israel. Tel Aviv membalasnya dengan melancarkan serangan udara ke Gaza. Sebanyak 25 warga Palestina dan empat warga Israel tewas dalam pertempuran terbaru.

Kedua belah pihak menghentikan pertempuran setelah Mesir melakukan mediasi guna mencapai gencatan senjata. Kendati perundingan dilaporkan berlangsung alot, namun kesepakatan dapat tercapai.