Ringankan Beban Warga, MRI Sumut Distribusikan Air Bersih

Sumut, relawan.id – BMKG memperkirakan 64,94 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori rendah (di bawah 100 mm/bulan) pada bulan Agustus 2019.

BMKG menyatakan akan terjadi kekeringan panjang musim kemarau 2019. Hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu fenomena El Nino, kuatnya Muson Australia, dan anomali peningkatan suhu udara akibat perubahan iklim.

Kekeringan yang terjadi tak hanya di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, tapi kekeringan juga melanda Sumatera Utara tepatnya di Desa Halaban, Dusun Sidorejo, Kabupaten Langkat.

Maka dari itu, untuk meringangkan penderitaan warga sekitar, Masyarakat Relawan Indonesia (MRI-ACT) Langkat melakukan distribusi air bersih kepada sekitar 400 orang.

“Mereka adalah masyarakat perbatasan antara kabupaten Langkat dan Aceh Tamiang, masyarakat Sidorejo sama sekali tidak memiliki sumber air bersih, selama ini mereka menggunakan air hujan untuk kebutuhan air sehari-hari. Jika musim kemarau tiba seperti sekarang ini mereka diharuskan untuk membeli air dengan harga Rp 60.000/fiber dan setiap rumah hanya dibolehkan membeli 4 fiber dalam sekali pemesanan,” kata Humas MRI Sumut, Rommy False, Jumat (23/8/2019).

“Mereka menggunakan air hujan yang memiliki kadar asam yang tinggi untuk kebutuhan sehari-hari bukan solusi yang tepat, banyak diantara warga yang mengeluhkan penyakit kulit,” tambahnya.

Sebelumnya, PT. Pertamina sempat mencoba untuk membuat sumur bor di daerah ini sedalam 300 meter tapi hasilnya nihil, karena air yang ada bercampur dengan lumpur, sehingga air itu tak layak untuk digunakan.