Sekolah Roboh, 30 Siswa Tertimpa Atap Bangunan

Lombok Tengah, relawan.id – Dua unit ruang kelas Sekolah Madrasah Ibtida’iyah (MI) NW Kaherul Fatihin Dusun Kwang Jukut Desa Pringgarata, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah roboh saat proses belajar mengajar sedang berlangsung, Selasa (3/10/2019).

Akibat kejadian itu 30 siswa/siswi yang berada di dalam kelas tertimpa atap bangunan dan reruntuhan tembok bangunan.

“Ruang sekolah ini roboh tiba-tiba pada saat proses jam belajar berlangsung tadi pagi,” ujar Kepala Sekolah MI NW Kaherul Fatinhin Kwang Jukut, Jalaludin, Selasa (3/10/2019)

Dijelaskan, kejadian itu berawal saat para siswa sebanyak 30 orang masuk kelas sekitar pukul 08.00 WITA. Kemudian selang beberapa menit, sebelum guru masuk untuk mengajar, tiba-tiba bangunan ruang kelas tersebut roboh dan menimpa 30 orang siswa yang berada di dalam kelas. Namun, beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya beberapa siswa yang mengalami luka.

“Jumlah korban 6 orang yakni satu orang mengalami patah tulang, luka sobek 1 orang dan 4 orang mengalami luka memar. Para korban sudah dibawa ke Puskesmas Peringgerate untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya.

Dikatakan, bahwa banguna sekolah sementara yang terbuat dari kayu, bambu dan beratap asbes dengan tembok Batako setinggi 1,5 Meter itu roboh, karena usia konstruksi bangunan yang sudah rapuh atau termakan usia. Bangunan sekolah sementara yang roboh itu dibangun pada tahun 2012 dan rencananya bangunan sekolah sementara itu akan dibongkar.

“Rencananya siswa akan kita pindahkan ke ruang kelas yang sudah jadi bangun dan kita sedang membersihkan ruangan kelas yang sudah disiapkan untuk mereka belajar,” pungkasnya.

Terpisah, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Lombok Tengah, Jalalussayuthy yang turun langsung kelokasi sekolah yang roboh mengatakan, bahwa pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada Kantor Wilayah Kementerian Agama Provisi NTB dan Kabid Madrasah. Pihaknya juga akan mengusulkan perbaikan sekolah yang robah tersebut melalui anggaran yang sifatnya darurat.

“Kami dari Kementerian Agama juga memberikan dana bantuan awal untuk para korban dan kita juga akan galang dana untuk pembangunan sekolah yang rusak ini,” ujarnya

Dikatakan, atas kejadian itu pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan untuk membantu para siswa yanh menjadi korban.

“Informasi dari Tim Reaksi Cepat para korban sudah bisa pulang kerumahnya,” pungkasnya.