Ponpes Jami’atul Bersyukur Dapat Bantuan Air Bersih dari ACT

Karawang, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT) distribusikan air bersih ke Pondok Pesantren Jami’atul Khoeriyah di Desa Cintaasih, Kecamatan Pangkalan, Karawang, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Kini para santri tak perlu mengambil air bersih berkilometer jauhnya.

Sekitar lima ribu liter air bersih dipasok ACT Bodekasi (Bogor-Depok-Karawang-Bekasi) di pondok pesantren tersebut.

Pimpinan Pondok Pesantren Jamiatul Khoeriyah, Muhammad Burhanudin Suhari mengatakan sebelumnya desa mereka tidak pernah kekeringan air beberapa tahun lalu. Namun, sejak empat tahun belakangan, sumber air warga menipis dan habis sama sekali ketika kemarau dating.

“Hari ini saya sangat bersyukur atas kedatangan mobil air ini. Saya dan santri bisa kembali berwudhu, ibadah, dan mengerjakan muamalah dengan tenang,” ungkap Burhanudin.

Menurut cerita Burhanudin, kekeringan sudah mulai terjadi sejak pertengahan Ramadhan lalu. Sudah tiga bulan, santri dan pengurus membeli air untuk memenuhi kebutuhan pesantren. “Biasa yang seharusnya 20 tangki atau 20 ribu liter, tetapi kami hanya mampu membeli siang satu tangki, malam satu tangki,” jelasnya.

Ia mengatakan, ada sekitar 325 warga di pondok pesantren. Para santri pun sesekali ikut iuran agar pesantren dapat membeli air bersih.

Burhanudin mengaku, bantuan air bersih sebelumnya belum pernah datang dan baru pernah menerima bantuan air bersih. “Kadang-kadang per santri iuran seribu rupiah,” katanya.

Jika tidak ada bantuan air, para santri harus mengambil air ke salah satu sumber mata air yang letaknya sekitar 1,2 kilometer. “Ada sumber mata air di sawah. Itu juga hanya untuk berwudu dan mencuci pakaian. Itu pun harus bergiliran dengan warga. Kalau pergi, misalnya, setelah subuh kebagian (giliran mengambil air) jam delapan. Harus menunggu. Kita juga kalau wudhu enggak bisa, misal, (shalat) Maghrib langsung wudu (di jam salat Magrib) ya ketinggalan (salat). Jadi kalau magrib ya wudunya jam setengah lima atau jam empat,” ungkapnya.

Lala, salah satu santriwati di Pondok Pesantren Jami’atul Khoeriyah, mengaku bersyukur dengan adanya bantuan air bersih yang datang hari itu. Ia merasa sedikit tenang karena air bersih untuk hari itu telah tercukupi. “Enggak perlu ke sumur (sumber mata air) hari ini,” katanya.