10 September, GIP-ACT Inisiasi Gerakan Nasional Indonesia Dermawan

Jakarta, relawan.id – Global Islamic Philantropy (GIP) sebagai Holding Foundation dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) menginisiasi Gerakan Nasional Indonesia Dermawan. Gerakan tersebut mengharapkan kegiatan kedermawanan menjadi rutinitas yang tidak dapat ditinggalkan.

Dalam rangkaian acara tersebut, GIP mengajak seluruh segmen dermawan, mulai media, donatur, komunitas, figur publik, korporasi, UMKM, e-commerce, driver, influencer, dan segmen lainnya untuk menjadi bagian dari gerakan untuk mengaktifkan kembali nilai-nilai kedermawanan, seperti gotong royong yang merupakan karakter terbaik bangsa.

Gerakan Nasional Indonesia Dermawan hadir dalam menjawab tantangan problematik masyarakat, seperti kemiskinan, kelaparan, masalah pendidikan, dan kesehatan, yang terjadi di negeri ini dan di berbagai penjuru dunia pada umumnya.

“Kedermawanan kian menyatu pada jati diri masyarakat Indonesia. Setidaknya, ini yang kami rasakan selama 14 tahun perjalanan ACT. Kedermawanan menemukan momentumnya ketika terjadi bencana atau ketika hati tergugah untuk membantu saudara yang membutuhkan. Anak bangsa berkolaborasi dalam semangat filantropi, menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan. Kami pun terus berikhtiar menghimpun kesadaran filantropi dari masyarakat dermawan agar semangat gotong royong dan kepedulian muncul tanpa menunggu momentum,” ujar Presiden Global Islamic Philantropy, Ahyudin di Menara 165, TB Simatupang, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Filantropi memberikan kontribusi di saat menghadapi isu kemiskinan dan berbagai masalah kemanusiaan yang terjadi melalui berbagai program bantuan langsung dan program pemberdayaan dengan memperhatikan potensi yang dimiliki masyarakat.

“Filantropi menjadi energi optimisme dalam menyelesaikan problematik bangsa dengan menggerakkan partisipasi aktif berbagai elemen bangsa. Cara kerja filantropi dapat dihimpun dari semangat kedermawanan yang organik dengan kesadaran individu maupun kolektif. Indonesia dermawan, semoga negeri ini menjadi bangsa yang diselamatkan oleh Rabb-nya, dicintai seluruh elemen bangsa, dan dihormati bangsa lain. Potensi kedermawanan dalam mengatasi bencana sosial yang muncul secara kultural maupun struktural sejatinya dapat diringankan dengan kegiatan-kegiatan filantropi. Insyaallah, gerakan ini akan menjadi saksi peradaban Indonesia yang semakin maju dan berkembang, serta menghidupkan kembali kebersamaan dalam aksi-aksi kebaikan,” tuturnya.

Sementara itu, Steering Commite Gerakan Nasional Indonesia Dermawan, Syuhelmaidi Syukur, berharap gerakan ini menjadi sebuah wadah gerakan inklusif untuk menginspirasi publik dalam berkontribusi dan menjadi solusi permasalahan kemanusiaan di Indonesia dan dunia secara terus-menerus tanpa menunggu momen-momen tertentu.

Gerakan Nasional Indonesia Dermawan juga merupakan gerakan simultan di setiap wilayah Indonesia agar semakin tersebarnya nilai-nilai kedermawanan dan menjadi sebuah titik awal dari lahirnya Hari Indonesia Dermawan yang diperingati setiap tanggal 10 September.