Kabut Asap Semakin Pekat, MRI Riau Bagikan Ribuan Masker

Riau, relawan.id – Kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) semakin pekat menyelimuti Riau. Kondisi udara kian memburuk.

Berdasarkan laporan dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Riau, jarak pandang di Riau hanya sekitar 300 meter. Namun di sejumlah kawasan ada yang hanya 100 meter.

Ketua MRI Riau, Manahan mengatakan, jarak pandang yang sudah parah ini, membuat kendaraan yang melintas lebih dari 300 meter tidak kelihatan, terkecuali kendaraan menyalakan lampu.

Suasana kota pun sesak akan asap Karhutla. Hampir setiap warga yang beraktivitas di luar mengenakan masker. Sejumlah warga juga mengeluhkan kabut asap yang semakin hari kian pekat.

Kabut asap ini sudah berdampak pada kesehatan warga, rata-rata warga mengeluhkan sesak napas. Akibatnya sekolah pun diliburkan.

“Asap ini menyesakan. Kalau dihirup dada terasa sakit, kondisinya sangat parah. Sekolah pun harus diliburkan,” ujarnya, Jumat (13/9/2019).

Maka dari itu, MRI Riau membagikan ribuan masker kepada warga terdampak kabut asap, pihaknya membagikan masker kepada pengendara roda dua dan empat serta warga yang beraktivitas di sekitar lokasi tersebut.

“Kegiatan ini akan terus kami laksanakan hingga kondisi udara membaik,” ungkapnya.

Data yang dirilis BMKG Pekanbaru saat ini, jarak pandang secara global paling parah ada di Kabupaten Pelalawan. Di sana hasil pantauan satelit jarak pandang hanya tembus 200 meter saja.

Di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) jarak pandang hanya 300 meter. Di Kota Dumai jarak pandang 400 meter.

“Di level cofidence 70 persen, titik panas di Riau sebanyak 177 lokasi. Menyebar di Kabupaten Bengkalis 6, Kampar 8, Kuansing 9, Pelalawan 21, Rohil 13, Siak 2, Inhil 98,” kata Staf Analisis BMKG Pekanbaru, Sanya dalam rilisnya.