Ucapan Duka dari Tokoh Dunia Iringi Kepergian BJ Habibie

Jakarta, relawan.id – Presiden Singapura Halimah Yacob dan Perdana Menteri Lee Hsien Loong menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Ucapan duka cita tersebut disampaikan melalui surel kepada putra pertama Habibie, Ilham Akbar Habibie.

“Atas nama rakyat Singapura, suami saya Mohamed dan saya pribadi menyampaikan belasungkawa kami yang terdalam kepada Anda dan keluarga atas meninggalnya ayah tercinta, mantan Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie,” tulis Halimah Yacob dalam surelnya kepada Ilham Habibie, Kamis (12/9/2019).

Selain sang presiden, ucapan duka cita juga disampaikan oleh PM Lee Hsien Loong, Menteri Koordinator Bidang Keamanan Nasional Teo Chee Hean, dan Menteri Senior Goh Chok Tong. Lee menyebut, Habibie memimpin Indonesia di masa yang sulit.

Mei 1998, ketika Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden, BJ Habibie yang kala itu menjabat sebagai wakil secara otomatis dilantik untuk menggantikan Soeharto. Era Habibie menjadi masa transisi Indonesia menuju demokrasi.

Masih dari Negeri Singa, Menteri Luar Negeri Singapura Dr Vivian Balakrishnan menyampaikan duka mendalamnya melalui surel yang ditujukan kepada Menteri Luar Negeri Retno L. P. Marsudi.

Selain Singapura, sejumlah negara lain juga mengucapkan duka cita atas meninggalnya bapak demokrasi Indonesia itu.

Wakil PM Malaysia Dr Wan Azizah Ismail menyempatkan diri untuk menyambangi rumah duka dan memberi penghormatan terakhirnya. Dilansir dari Bernama, Wan Azizah tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta sekitar pukul 11.45 WIB.

“Selamat jalan Eyang Rudy. Satu Kehilangan yang amat besar buat kita semua,” dikutip dari akun Twitter Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia, Kamis (12/9).

Sementara Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia mengatakan, Habibie memiliki jasa yang luar biasa bagi hubungan persahabatan antara Indonesia dan Jerman. Dikutip dari laman DW, Habibie pernah mengatakan bahwa demokrasi model barat di Indonesia mungkin tidak akan ada tanpa persahabatannya dengan Helmut Schmidt.

“Kami menerima berita wafatnya Presiden ke-3 RI B.J. Habibie dengan kesedihan dan kepedihan yang mendalam,” tulis Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia melalui Twitter resminya.

Di kantor Kedutaan Besar Perancis untuk Indonesia, bendera dikibarkan setengah tiang. Hal ini akan dilakukan selama tiga hari, sebagaimana instruksi pemerintah Indonesia dalam rangka berkabung nasional.

Bapak Demokrasi yang juga dijuluki Mr. Crack itu pernah menempuh pendidikan di Jurusan Teknik Mesin Universitas Indonesia, sebelum melanjutkan pendidikannya di Belanda dan Jerman.

Semasa kuliah di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH), Aachen, Jerman, Habibie menemukan teori keretakan pesawat. Teori tersebut berdampak besar bagi pengembangan dunia dirgantara, untuk mengurangi risiko kecelakaan. Sejak saat itu, Habibie dijuluki sebagai Mr. Crack.