Selain Salat Istisqa, Qunut Nazilah Bisa Diamalkan untuk Minta Hujan

Jakarta, relawan.id – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau dan Kalimantan tak kunjung padam. Problem ini menjadi berlarut-larut karena hujan tak kunjung turun. Melihat kondisi ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun Salat Istisqa atau salat minta hujan di Riau.

Sementara itu Ustadz kondang Abdurrahman Djaelani (Udjae) mengatakan, Salat Istisqa bukan satu-satunya cara meminta hujan. Menurutnya, qunut nazilah dalam sholat juga bisa diamalkan saat musim kemarau seperti saat ini.

“Rasulullah SAW menyunahkan kita untuk Salat Istisqa, atau juga dengan cara qunut nazilah dalam salat untuk menangani kemarau panjang,” ujar Ustadz Udjae, Selasa (17/9/2019).

“Qunut nazilah adalah qunut yang dibaca dalam keadaan tertimpa musibah. Jadi, itu juga bisa jadi salah satu solusinya (Red. menghadapi musim kemarau),” tambahnya.

Menurut Bang Udjae, makna dari doa qunut nazilah lebih kepada meminta perlindungan dari marabahaya. Berikut salah satu doa Qunut Nazilah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ ,اَللَّهُمَّ الْعَنْ كَفَرَةَ أَهْلَ الْكِتَابِ الَّذِيْنَ يَصُدُّونَ عَنْ سَبِيْلِكَ وَيُكَذِّبُونَ رُسُلَكَ وَيُقَاتِلُونَ أَوْلِيَائَكَ, اَللَّهُمَّ خَالِفْ بَيْنَ كَلِمِهِمْ وَزَلْزِلْ أَقْدَامَهُمْ وَأَنْزِلْ بِهِمْ بَأْسَكَ الَّذِيْ لاَ تَرُدُّهُ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ

Artinya; “Ya Allah! Ampunilah kami, kaum mukminin dan mukminat, muslimin dan muslimat. Persatukanlah hati mereka. Perbaikilah hubungan di antara mereka dan menangkanlah mereka atas musuh-Mu dan musuh mereka. Ya Allah! Laknatlah orang-orang kafir ahli kitab yang senantiasa menghalangi jalan-Mu, mendustakan rasul-rasul-Mu, dan memerangi wali-wali-Mu. Ya Allah! Cerai-beraikanlah persatuan dan kesatuan mereka. Goyahkanlah langkah-langkah mereka, dan turunkanlah atas mereka siksa-Mu yang tidak akan Engkau jauhkan dari kaum yang berbuat jahat.”

Lalu bagaimana dengan Salat Istisqa? Bagaimana tata cara mengamalkannya?

Sedangkan Salat Istisqa, kata Ustadz Udjae, merupakan salah satu salat yang dilakukan di lapangan terbuka untuk meminta hujan. Diriwayatkan dari ‘Abbad bin Tamim, dari pamannya (Abdullah bin Zaid), ia mengatakan, “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam keluar ke tempat shalat (yakni tanah lapang) untuk meminta hujan. Beliau menghadap kiblat, lalu mengerjakan shalat dua rakaat, dan beliau membalikkan selendangnya: Meletakkan yang sebelah kanan menjadi sebelah kiri.” (Muttafaq ‘alaih)

Tata cara Salat Istiqa:

  1. Salat dua rakaat.
  2. Rakaat pertama takbir tujuh kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  3. Rakaat kedua takbir lima kali sebelum membaca surat Al-Fatihah.
  4. Khutbah dua atau sekali sebelum (atau setelah) salat. Khutbah setelah salat lebih utama.
  5. Sebelum masuk khutbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.
  6. Sebelum masuk khutbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.
  7. Perbanyak doa dalam khutbah kedua.