Hayya’ Pertemukan Kita dengan Para Dermawan

Oleh: Ibnu Khajar (Sekretaris Jenderal MRI)


Makassar, relawan.id – Kamis, 19 September 2019, menjadi hari yang sangat panjang bagi saya, karena sejak pukul 09.00 sampai dengan 19.00, saya bertemu dengan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Makassar-Sulsel dan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Sulsel untuk membicarakan kerja terbaik untuk menyelesaikan 4 bulan terakhir 2019. ACT dan MRI Makassar Sulsel terpilih dari 15 cabang ACT yang diharapkan dapat berkontribusi optimal untuk capain kerja di 2019. Tiada lelah kami saling memotivasi, saling memberi usulan strategi, dan kami menentukan langkah-langkah terbaik untuk terus membersamai umat.

Setelah seharian berdiskusi untuk capaian kerja di 2019, acara dilanjutkan nonton bareng Film Hayya’ The Movie bersama mitra dan donator sejak pukul 19.45 sampai dengan 21.45. Saat film hampir selesai panitia membisikan kepada saya. “Pak Ibnu panitia bawa 10 syal Palestina yang bisa untuk hadiah atau lelang donasi palestina.

Mendengar hal itu, saya langsung bergegas maju kedepan, untuk meminta waktu 15 menit kepada para penonton. 10 menit saya mengajak semua mengenal Palestina lebih dekat, mengenal anak-anak keluarga syuhada yang masih terlantar. Hayya’ lainnya masih banyak di Palestina, apakah para sahabat dermawan berkenan berbagi rezeki untuk anak Palestina? Saya tak menyangka ucapan saya langsung dijawab. “Siap pak!! Allahu Akbar,” jawab pentonton.

Takbir pun bergemuruh di studio bioskop. Dari syal yang hanya 10 pcs, ternyata hampir 30 orang yang maju kedepan untuk menyampaikan komitmen donasi untuk Palestina mulai dari 10 juta, 5 juta, 2,5 juta, sampai 500 ribu. Bahkan yang membuat saya kaget ada anak-anak yang maju untuk donasi 1 juta dan anak ini membentuk komunitas Pecinta Hayya’. Tak lama kemudian pasangan muda mendekat dan meminta ACT hadir ke rumahnya untuk menjemput perhiasan emas yang akan mereka donasikan. Masya Allah.

Tak terasa air mata meleleh, ya Rabb, terima kasih Engkau telah pertemukan hamba-Mu ini dengan para dermawan di Makassar Sulsel. Setelah itu kami semua kembali ke Kantor ACT Makassar dan pertemuan berlanjut hingga jam 01.30 dini hari, hal itu dikarenakan ada relawan suami-istri yang harus kembali ke rumah  sejauh 30 km mengendarai motor dan lain-lain. Sebelum mereka pulang, saya bertanya “apa tidak bahaya malam-malam pulang? Khawatir ngantuk.

Kami berharap nanti di akhirat aktivitas ini akan menjadi amal sholeh kami saat menghadap Allah di pengadilan akhirat kelak. Semoga ini menjadi penggugur dosa kami. Ya Rabb, muliakan mereka dunia akhirat amin. Kami langsung jalan ke Bandara Makassar, sehingga tidak sempat mencari hotel untuk istirahat karena pesawat ke Banjarmasin jam 5 pagi. Kami begadang di bandara,” Ya Allah, mata lelah ini semoga kelak yang akan menjadi saksi Mujahadah kami. Terima kami sebagai hamba-Mu ya Rabb. Malam ini tak terasa lelah. Indah sekali perjuangan kemanusiaan ini. Saya sungguh bersyukur.