Humas MRI Jambi Sebut Jarak Pandang Kabut Asap 30-50 Meter

Jambi, relawan.id – Kabut asap yang makin pekat membuat warga Kota Jambi tak bisa keluar rumah. Mereka hanya mengurung diri dalam rumah menghindari bahaya kabut asap yang mencekik pernafasan.

Di beberapa lokasi permukiman warga Jambi, sebagian besar rumah-rumah warga tertutup rapat untuk menghindari terpaan kabut asap yang sejak dua pekan terakhir menutupi sinar matahari pada siang hari, sehingg di Jambi tampak selalu remang.

“Untuk hari ini mendingan di kota Jambi, Cuma kabut asap masih menutupi matahari, kabut ini sifatnya labil, bisa jadi nanti sore atau siang makin pekat” ujar Humas MRI Jambi, Fitra Diansyah saat dihubungi, Selasa (24/9/2019).

Fitra melanjutkan, jarak pandang di kota Jambi sekitar 200-300 meter, tapi yang lebih parah di Kumpe Ilir, hanya 30-50 meter. Maka dari itu yang perlu di support di Kumpe adalah tenaga medis, seperti layanan cuci hidung, melihat kondisi disana itu paling tidak 1 jam sekali cuci hidung.

“Relawan kita sudah ada yang ikut membantu para petugas untuk memadamkan disana,” ungkapnya.

Tak hanya itu, mereka juga butuh edukasi terkait penggunaan masker, karena masih banyak masyarakat terutama anak-anak masih salah kaprah dalam penggunaan masker saat bencana kabut asap terjadi.

“Standar masker untuk kabut asap kan N95, namun karena beberapa keterbatasan banyak yang menggunakan masker biasa. Nah untuk penggunaan masker biasa ini agar lebih efektif dan tepat ditambahkan kain lembab di dalamnya. Agar partikel kecil yang terdapat di asap bisa lebih tersaring,” jelasnya.