Bantu Wamena, ACT-MRI Kirimkan Tim Medis

Jakarta, relawan.id – Aksi Cepat Tanggap (ACT-MRI) memberangkatkan dua dokter dan satu perawat ke Kota Jayapura, Papua, Sabtu (28/9/2019). Tenaga medis tersebut akan melayani masyarakat terdampak konflik sosial di Papua.

Ketua Dewan Pembina ACT-MRI, Ahyudin mengatakan, pemberangkatan Tim Medis ACT adalah bagian penanganan tanggap darurat untuk warga terdampak krisis kemanusiaan. Di fase tanggap darurat, risiko yang bersifat psikis seringkali luput dari perhatian. Hal ini mengingat mengatasi guncangan psikologis yang dialami jauh lebih rumit daripada mengatasi risiko bersifat materi.

Sementara itu, Koordinator Tim Medis ACT Rizal Alimin mengatakan, bantuan medis akan menjangkau warga Wamena yang mengungsi di Kota Jayapura. Bantuan berupa pelayanan kesehatan dan pendampingan psikis kepada para pengungsi, terutama kepada anak-anak dan lansia.

“Melihat kondisi pengungsi yang begitu banyak, tim kita berupaya memberikan layanan kesehatan hingga kondisi pengungsi membaik. Pemberangkatan tiga orang tim medis ini baru menjadi tahap awal dari aksi yang akan mereka lakukan,” ungkapnya.

Ahad (29/9/2019), ACT-MRI mengunjungi kediaman Zal dan keluarga almarhum Iswan. ACT menyerahkan santuan kepada keluarga mereka. Kepala ACT Sumbar Zeng Welf mengatakan, pihaknya akan membantu keluarga korban konflik sosial yang terjadi Wamena.

Saat ini, posko kemanusiaan ACT juga sudah dibuka di Sentani serta sebagian tim akan melanjutkan perjalanan ke Wamena dalam waktu dekat.

“Selain santuanan, ACT juga telah mengirimkan tim dokter ke tempat pengungsian di Sentani. Posko kemanusiaan juga sudah berdiri dan akan ada pendistribusian pangan serta pembukaan dapur umum,” tukasnya.