PBB Sebut Lebih dari Seribu Pengungsi Tewas di Mediterania

Jenewa, relawan.id – Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, tahun ini ada lebih dari seribu imigran dan pengungsi yang tewas di Laut Mediterania atau Laut Tengah. PBB menambahkan bahwa tahun ini puncak terparah di jalur yang kerap ditempuh pengungsi itu sudah terjadi.

Badan pengungsi PBB, UNHCR, meminta anggota Uni Eropa (UE) untuk menggelar operasi penyelamatan dan pencarian yang lebih aktif lagi. UE juga diminta mengakui peran krusial organisasi kemanusian yang melakukan penyelamatan di perairan tersebut.

“Tragedi Laut Tengah tidak bisa dibiarkan terus berlanjut,” kata juru bicara UNHCR, Charlie Yaxley, dalam pernyataannya, seperti dilansir dari Voice of America, Rabu (2/10/2019).

Pada Senin (30/9) ada lima jenazah imigran yang ditemukan di pantai Maroko dekat Kasablanca. Hal ini membuat jumlah korban tewas dalam perahu yang mencoba mencapai Eropa pada hari Sabtu (28/9) menjadi 12 orang.

Uni Eropa menandatangani kesepakatan dengan Ankara pada 2016 lalu untuk memangkas jumlah pengungsi dan imigran yang datang ke Yunani. Kini pengungsi dan imigran menyeberang dari Libya dan beberapa wilayah Afrika Utara.

Mereka kerap gagal dan tenggelam di Laut Tengah. Data UNHCR menunjukkan jumlah pengungsi turun drastis dari 1 juta orang pada tahun 2015 menjadi 78 ribu orang tahun ini.

“Tentu jumlah orang yang mencoba untuk menyeberangi Mediterania lebih rendah. Jadi, itu faktanya, perjalanannya sendiri lebih berbahaya,” kata juru bicara UNHCR lainnya, Liz Throssell, kepada Reuters Television.