Asap Pekat Selimuti Palembang, Aktivitas Warga Terganggu

Palembang, relawan.id – Kabut asap pekat kembali menyelimuti Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (14/10/2019). Akibatnya banyak warga yang mengeluhkan kondisi tersebut, karena mengganggu pernafasan sehingga anak-anak tidak bisa sekolah.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel yang bersumber dari Satelit Lapan disebutkan jumlah titik panas pada Senin (13/10/2019) mencapai 732 titik, dengan titik panas terbanyak di Kabupaten Ogan Komering Ilir yang berjumlah 437 titik. Sementara sebelumnya pada Jumat, total berjumlah 417 titik.

Humas MRI Sulsel, Rendi Jalil, mengatakan kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat terganggu, sehingga banyak sekolah yang diliburkan, tak hanya itu, warga yang berkendaraan terpaksa mengurangi kecepatan dan menggunakan masker.

“Kita butuh masker N95, atau yang cocok untuk kondisi di sini, untuk sementara warga menggunakan masker kain biasa,” ujarnya.

Kabut asap di Kota Palembang semakin parah dalam sepekan terakhir akibat dampak kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten. Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sumsel Ansori mengatakan titik panas terbanyak terpantau di Kabupaten Ogan Komering Ilir sehingga pemadaman difokuskan di wilayah tersebut.

“Kami selalu lakukan waterbombing (pemadaman dari udara), setiap hari mengerahkan lima unit helikopter. Kebakaran di OKI ini memang sulit dipadamkan karena terjadi di kawasan gambut, dan akses darat yang terbatas. belum lagi jika terbakar, asapnya mengarah ke Palembang,” katanya.