MRI Maluku Bagikan Daging Sapi untuk Para Pengungsi Gempa Ambon

Maluku, Relawan.id – Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Maluku melakukan pemotongan seekor sapi dan pembagian daging sapi kepada para pengungsi gempa Maluku, Senin (14/10/2019).

Hal itu dilakukan karena masih banyaknya pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian. Pembagian ini dilakukan dibeberapa titik yaitu, Dusun Menderita, Dusun Waihula, Dusun Bun-Bun 1, Dusun Bun-Bun, dan Dusun Paulatu, Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Maluku.

“Jumlah pengungsinya masih sama, soalnya kalau siang ada sebagian yang turun ke perkampungan untuk membersihkan rumah, masak dan aktifitas lain. Setelah pekerjaanya selesai, saat malam hari mereka naik lagi ke tenda pengungsian,” ungkap  Humas MRI Maluku, Iqbal Kumkelo, Selasa (15/10/2019).

Sebelumnya, Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku memperpanjang masa tanggap darurat pascagempa 26 September selama dua minggu dari rencana awal berakhir pada 9 Oktober 2019.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku, Farida Salampessy membenarkan perihal diperpanjangnya masa tanggap darurat setelah dilakukan evaluasi pada 5 Oktober 2019.

“Kami harus memperpanjang masa tanggap darurat karena mempertimbangkan berbagai penyaluran bantuan bagi para pengungsi sampai data di lapangan yang belum rampung,” ujarnya, Ahad (6/10/2019).

Dia juga mengaku, warga yang mengungsi cenderung meningkat pada malam hari ke lokasi-lokasi di dataran relatif tinggi karena khawatir tsunami sehingga menghambat pendataan maupun penyaluran bantuan.

“Petugas teknis seperti kesehatan dan relawan dengan jumlah relatif masih terbatas dipastikan belum optimal menjangkau semua lokasi pengungsi sehingga diputuskan masa tanggap darurat diperpanjang lagi dua minggu,” katanya.